Tampilkan postingan dengan label Langkah Awal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Langkah Awal. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2013

Kaidah Penulisan Soal (Test)

                       Kaidah Penulisan Soal (Test)


                                Written by Ari Julianto



Untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi, peneliti atauguru dapat melakukan penilaian melalui tes dan non tes. Tesmeliputi tes lisan, tertulis (bentuk uraian, pilihan ganda, jawaban singkat, isian, menjodohkan, benar-salah), dan tes perbuatan yang meliputi: kinerja (performance), penugasan (project) dan hasil karya (product).

I. Pengertian
Menurut Salvia and Ysseldyke (2004: 29), tes adalah seperangkat pertanyaan atau tugas tertentu untuk tujuan jenis respons tertentu yang diinginkan. Tes khususnya berguna dikarenakan tugas dan pertanyaan yang disajikan sama untuk setiap individu.

Menurut Harris dan Cann (1994: 5), tes dikategorikan menjadi
(1) Informal tes
Merupakan cara mengumpulkan informasi mengenai kinerja peserta didik dalam kondisi belajar yang normal.

(2) Formal tes
Merupakan cara mengumpulkan informasi kinerja peserta didik melalui kondisi belajar yang tertentu.

II. Langkah-langkah Pengembangan Tes dan Non Tes
1. Test
(1) menentukan tujuan penilaian,
(2) menentukan kompetensi yang diujikan
(3) menentukan materi penting pendukung kompetensi (urgensi, kontinuitas, relevansi, keterpakaian),
(4) menentukan jenis tes yang tepat (tertulis, lisan, perbuatan),
(5) menyusun kisi-kisi, butir soal, dan pedoman penskoran,
(6) melakukan telaah butir soal.

2. Non Tes
(1) menentukan tujuan penilaian,
(2) menentukan kompetensi yang diujikan,
(3) menentukan aspek yang diukur,
(4) menyusun tabel pengamatan dan pedoman penskorannya,
(5) melakukan penelaahan.


III. Jenis-jenis Tes
Harris dan Cann (1994: 28) menyebutkan beberapa jenis tes,antara lain:
(1) Progress tests, diberikan selama proses belajar.
(2) Summative tests, diberikan di akahir masa belajar.
(3) Entry/placement tests, diberikan untuk mengindikasikan tingkat mana yang sesuai bagi peserta didik.
(4) Diagnostic test, diberikan untuk mengetahui cakupan masalah.
(5) Proficiency tests, diberikan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam berbahasa asing.

Menurut Rust and Golombok (2000: 38–47) tes dikategorikan menjadi:
(1) Norm-referenced tests versus criterionreferenced tests
(2) Knowledge-based tests versus person-based tests, dan
(2) Objective tests versus open-ended test

Sedangkan menurut Salvia dan Ysseldyke (2004: 29) menyebutkan ada dua dimensi tes, yakni
(1) Performance standards
Perbandingan antara peserta didik dengan siswa lainnya bisa melalui skor denhgan tes yang sama.
(2) Informational context.
Perbandingan informasi peserta didik dengan siswa lainnya

Menurut Boyle dan Fisher (2007: 14), tes dapat dibedakan menjadi:
1 Norm-referenced assessment,
2 Criterion-referenced assessment,
3 Curriculum-based assessment, dan
4 Dynamic assessment


IV. Syarat Sebuah Tes
Pada umumnya syarat soal yang bermutu adalah
1. Soal harus sahih (valid)
Maksudnya bahwa setiap alat ukur hanya mengukur satudimensi/aspek saja.
2. Soal harus handal.
Maksudnya bahwa setiap alat ukur harus dapat memberikan hasilpengukuran yang tepat, cermat, dan ajeg.


Sedangkan menurut Linn dan Gronlund (1995: 47) tes yang baik harus memenuhi tiga karakteristik, yaitu:
1. Validitas
Artinya ketepatan interpretasi hasil prosedur pengukuran.

Menurut Messick (1993: 16) validitas secara tradisional terdiri dari:
(1) validitas isi, yaitu ketepatan materi yang diukur dalam tes;
(2) validitas criterion-related, yaitu membandingkan tes dengan satu atau lebih variabel atau kriteria,
(3) valitidas prediktif, yaitu ketepatan hasil pengukuran dengan alat lain yang dilakukan kemudian;
(4) validitas serentak (concurrent), yaitu ketepatan hasil pengukuran dengan dua alat ukur lainnya yang dilakukan secara serentak;
(5) validitas konstruk, yaitu ketepatan konstruksi teoretis yang mendasari disusunnya tes.

Menurut Linn dan Gronlund (1995 : 50) validitas terdiri dari:
(1) isi (content),
(2) hubungan kriteria tes (test-criterion relationship),
(3) susunan (construction), dan
(4) konsekuensi (consequences), yaitu ketepatan penggunaan hasil pengukuran.

2. Reliabilitas
Artinya konsistensi hasil pengukuran.
Menurut Ebel dan Frisbie (1991 : 76), faktor yang mempengaruhi reliabilitas yang berhubungan dengan tes adalah:
(1) banyak butir,
(2) homogenitas materi tes,
(3) homogenitas karakteristik butir, dan
(4) variabilitas skor.

3. Usabilitas
Artinya praktis prosedurnya.

Menurut Harris dan Fisher, syarat tes meliputi:
(1) constructive (fokus pada hasil yang ingin dicapai),
(2) reliability (konsistensi pada hasil pengukuran),
(3) validity (sahih)
(4) practicality (praktis dalam segi waktu dan tempat)
(5) accountability (dapat dipercaya dengan memberi laporan hasil tes)

V. Langkah-langkah Penyusunan Butir Soal
(1) menentukan tujuan tes,
(2) menentukan kompetensi yang akan diujikan,
(3) menentukan materi yang diujikan,
(4) menetapkan penyebaran butir soal berdasarkan kompetensi, materi, dan bentuk penilaiannya (tes tertulis: bentuk pilihanganda, uraian; dan tes praktik),
(5) menyusun kisi-kisinya,
(6) menulis butir soal,
(7) memvalidasi butir soal atau menelaah secara kualitatif,
(8) merakit soal menjadi perangkat tes,
(9) menyusun pedoman penskorannya
(10) uji coba butir soal,
(11) analisis butir soal secara kuantitatif dari data empirik hasil uji coba, dan
(12) perbaikan soal berdasarkan hasil analisis.

VI. Kaidah Penulisan Soal Uraian (Essay Test)
1. Materi
     a. Soal harus sesuai dengan indikator.
     b. Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan.
     c. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan peugukuran.
     d. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenissekolah atau tingkat kelas.

2. Konstruksi
     a. Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai.
     b. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
     c. Setiap soal harus ada pedoman penskorannya.
     d. Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas, terbaca, dan berfungsi.

3. Bahasa
     a. Rumusan kalimat soal harus komunikatif.
     b. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku).
     c. Tidak menimbulkan penafsiran ganda.
     d. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.
     e. Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan peserta didik.


VII. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda (Multiple Choice)
1. Materi
     a. Soal harus sesuai dengan indikator. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi.
     b. Pengecoh harus bertungsi
     c. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Artinya, satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban.

2. Konstruksi
     a. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Artinya, kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas, tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan.

     b. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan, maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja.

     c. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Artinya, pada pokok soal jangan sampai terdapat kata, kelompok kata, atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.
     d. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Artinya, pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Hal ini untuk mencegahterjadinya kesalahan penafsiran peserta didik terhadap arti pernyataan yang dimaksud. Untuk keterampilan bahasa, penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri.
     e. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Artinya, semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal, penulisannya harus setara, dan semua pilihan jawaban harus berfungsi.
      f. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan peserta didik memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.
      g. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah" atau "Semua pilihan jawaban di atas benar". Artinya dengan adanya pilihan jawaban seperti ini, maka secara materi pilihan jawaban berkurang satu karena pernyataan itu bukan merupakan materi yang ditanyakan dan pernyataan itu menjadi tidak homogen.    
     h.Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun dari nilai angka paling kecil berurutan sampai nilai angka yang paling besar, dan sebaliknya. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus disusun secara kronologis. Penyusunan secara unit dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik melihat pilihan jawaban.
      i. Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Artinya, apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh peserta didik. Apabila soal bisa dijawab tanpa melihat gambar, grafik, tabel atau sejenisnya yang terdapat pada soal, berarti gambar, grafik, atau tabel itu tidak berfungsi.
      j. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya, umumnya, kadang-kadang.
      k. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan peserta didik yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.

3. Bahasa
a. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi:
(1) Pemakaian kalimat:
    (a) unsur subyek,
    (b) unsur predikat,
    (c) anak kalimat;
(2) Pemakaian kata:
    (a) pilihan kata,
    (b) penulisan kata, dan
(3). Pemakaian ejaan
    (a) penulisan huruf,
    (b) penggunaan tanda baca.
b. Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/peserta didik.
c. Pilihan jawaban jangan yang mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal.


VIII. Kaidah Penulisan Soal Tes Perbuatan (Practice Test)
1. Materi
a. Soal harus sesuai dengan indikator (menuntut tes perbuatan: kinerja, hasil karya, atau penugasan).
b. Pertanyaan dan jawaban yang diharapkan harus sesuai.
c. Materi sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevansi,kontinuitas, keterpakaian sehari-hari tinggi).
d. Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas.

2. Konstruksi
a. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban perbuatan/praktik.
b. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
c. Disusun pedoman penskorannya.
d. Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca.

3. Bahasa
a. Rumusan kalimat soal komunikatif
b. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
c. Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian.
d. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.
e. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan peserta didik.

IX. Kaidah Penulisan Soal Non Tes
1. Materi
a. Pernyataan harus sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi.
b. Aspek yang diukur pada setiap pernyataan sudah sesuai dengan tuntutan dalam kisi-kisi (misal untuk tes sikap: aspek kognisi, afeksi atau konasinya dan pernyataan positif atau negatifnya).

2. Konstruksi
a. Pernyataan dirumuskan dengan singkat (tidak melebihi 20 kata) dan jelas.
b. Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak relevan objek yang dipersoalkan atau kalimatnya merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
c. Kalimatnya bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda.
d. Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mengacu pada masa lalu.
e. Kalimatnya bebas dari pernyataan yang faktual atau dapat diinterpretasikan sebagai fakta.
f. Kalimatnya bebas dari pernyataan yang dapat diinterpretasikan lebih dari satu cara.
g. Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mungkin disetujui atau dikosongkan oleh hampir semua responden.
h. Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan secara lengkap.
i. Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak pasti seperti semua, selalu, kadang-¬kadang, tidak satupun, tidak pernah.
j. Jangan banyak mempergunakan kata hanya, sekedar, semata-mata. Gunakanlah seperlunya.

3. Bahasa
a. Bahasa soal harus komunikatif dan sesuai dengan jenjang pendidikan peserta didik atau responden.
b. Soal harus menggunakan bahasa Indonesia baku.
c. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.


Referensi
Balitbang Dikbud. 1994. Bahan Penataran Pengujian Pendidikan. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Pengujian.

Boyle, James dan Stephen Fisher. 2007. Educational Testing, A Competence-Based Approach. London: Blackwell.

Ebel, Robert L. dan Frisbie, David A. 1991. Essentials of Education Measurement. New Jersey: Prentice Hall.

Harris, Michael dan Paul McCann. 1994. Assessment. Handbooks for the English Classroom. London: Macmillan.

Linn, Robert L. and Gronlund, Norman E. 1995. Measurement and Assessment in Teaching. (Seventh Edition). Ohio: Prentice-Hall, Inc.

Messick, Samuel. 1993. “Validity”, Educational Measurement, Third Edition, ed. Robert L. Linn. New York: American Council on Education and Macmillan Publishing Company, A Division of Macmillan, Inc.

Rust, J. and Golombok, S. (2000) Modern Psychometrics: The Science of Psychological Assessment. Second Edition. London: Routledge.

Salvia, J. dan Ysseldyke, J.E. 2004. Assessment in Special and Inclusive Education. Ninth Edition. Boston: Houghton Miffl in Company.


Semoga postingan kali ini bermanfaat bagi kita semua. Amien.

Sabtu, 28 September 2013

Cara Menulis Latar Belakang (Background of the Study)

                               Cara Menulis Latar Belakang (Background of the Study)

 

             Written by Ari Julianto

Latar Belakang (Background of the Study) merupakan sub-judul awal dari BAB I (CHAPTER I) PENDAHULUAN (INTRODUCTION). Pada bagian ini diuraikan hal yang menjadi latar belakang penelitian ini dilakukan. Uraian dimulai dari hal-hal secara umum yang menjadi latar belakang sesuai dengan topik penelitian, kemudian mengerucut kepada hal-hal secara khusus.

Jika topik penelitian adalah pada perusahaan, maka diuraikan secara khusus kondisi, fakta, dan fenomena yang ditemui di perusahaan yang menyangkut kepada topik penelitian. Fenomena yang dimaksud disini adalah gejala-gejala yang yang mengarah kepada perumusan masalah, misalnya Anda bayangkan seorang pasien yang berobat ke dokter, maka dokter akan melakukan interview untuk mendapatkan gejala atau symptoms (misalnya kepala pening, muntah-muntah, rasa tidak enak dilambung) dan melakukan diagnosa untuk mendapatkan fenomena misalnya tidak ada tanda-tanda alergi. Fenomena inilah yang akan menjadi dasar bagi dokter untuk melakukan perumusan masalah yakni jenis gangguannya.

Dalam Latar Belakang (Background of the Study), hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
a. Uraian latar belakang bersifat umum sesuai dengan topik penelitian,
b. Uraian latar belakang bersifat umum, tetapi lebih khusus dibandingkan dengan paragraf pertama,karena telah memasuki awal topik mengenai teknologi informasi,
c. Uraian latarbelakang bersifat khusus, karena telah mengerucut kepada fenomena-fenomena diperusahaan. Fenomena-fenomena inilah yang akan digunakan sebagai dasar melakukan identifikasi masalah dan sesuatu yang ingin diselesaikan pada penelitian.

Menurut Bowker (2007: 37), pendahuluan umumnya diawali dengan sebuah pernyataan yang umum yang mencerminkan topik atau konteks skripsi/thesis. Disyarankan olehnya juga:
a. Tanyakanlah pada diri Anda sendiri melalui pendahuluan “Who, What, When, Where, How, dan/atau Why?,
b. Masukan juga literatur hasil tulisan dan riset terdahulu berkaiatan dengan topik skripsi/thesis Anda. Anda juga bisa memasukkan mengapa topik riset Anda penting,
c. Arahkan tulisan Anda untuk memperjelas pembaca kemana Anda akan bawa mereka dengan peneiltian tersebut,
d. Di akhir pendahluan, fokus dikerucut menjadi thesis statement. (Anda boleh memulai tulisan Pendahuluan dengan thesis statement.
 

Lebih lanjut, Wallwork (2011: 197) menyarankan bahwa pendahuluan umumnya menjawab sejumlah pertanyaan seperti berikut:
a. Apa permasalahan Anda?
b. Apakah ada solusi yang Anda tawarkan?
c. Jika ada beberapa solusi, yang manakah yang terbaik?
d. Apa batasan utama dalam penelitian Anda?
e. Apa yang Anda harapkan untuk diperoleh nantinya?
f. Sudahkah Anda memperoleh apa yang Anda rencanakan dalam penelitian?

 Menurut panduan Departemen Pendidikan Nasional (2007), Latar Belakang Masalah memaparkan:
a. permasalahan umum yang menjadi landasan fokus masalah yang akan diteliti
b. faktor-faktor yang melatarbelakangi masalah tersebut muncul:
(1) Faktor yang melatarbelakangi permasalahan digambarkan dengan kenyataan yang ada, misalnya kemampuan guru biologi dalam penggunaan metode CTL rendah. Paparkan fakta yang mendukung, seperti hasil pengamatan kita saat melakukan supervisi.

(2) Berilah argumentasi mengapa kemampuan tersebut rendah, misalnya guru kurang berminat untuk mencoba, sulit mengaplikasikan meteri dengan metode, tugas-tugas tidak mendorong aktivitas siswa. Dalam memberi argumentasi ini dilakukan analisis yang didasari suatu bukti nyata berdasarkan pengalaman sendiri saat melakukan obeservasi guru mengajar di kelas.

(3) Berilah argumentasi perkiraan pemecahan yang diharapkan dapat mengatasi masalah, misalnya bila masalah yang dominan adalah teknik pelatihan, maka pilihlah teknik pelatihan yang dianggap dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar biologi dengan metode CTL. Contoh, teknik problem solving sebagai upaya peningkatan kemampuan guru menerapkan metode CTL dalam mengajar biologi di SMA.

(4) Berilah argumentasi kelebihan dari teknik Problem Solving, sehingga penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah tersebut, atau dengan kata lain dapat menutup atau setidaktidaknya memperkecil kesenjangan itu.
3. Mengerucutkan permasalahan menjadi lebih fokus pada variabel penelitian.

Satu hal yang perlu diingat dan sering diabaikan dalam penulisan Latar Belakang (Background of the Study) adalah:
a. Menyebutkan alasan mengapa Anda memilih variable x (misalnya writing),
b. Menyebutkan alasan mengapa Anda emilih variable y (misalnya process approach),
c. Menyebutkan alasan mengapa Anda memilih jenis penelitian tersebut (misalnya dampak, pengaruh atau the effect, hubungan atau correlation, dan sebagainya)

Pada paragraf akhir, berilah pernyataan tegas mengapa Anda memilih topik judul skripsi/thesis Anda dengan berdasarkan uraian dan penjelasan yang telah disebutkan pada beberapa paragraf sebelumnya.

Jadi, secara ringkas dapat disimpulkan sebagai berikut melalui contoh sebuah judul skripsi.

PENGARUH MOTIVASI KERJA KARYAWAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT X DI MEDAN
  • Thesis Statement - Pentingnya produktivitas kerja karyawan untuk meningkatkan hasl produksi di sebuah perusahaan.
  • Dalam kegiatan produksi faktor tenaga kerja (karyawan) mempunyaipengaruh besar.
  • Karyawan pada hakekatnya merupakan salah satu unsur yang menjad sumber daya dalam perusahaan.
  • Agar pekerja dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,maka di dalam perusahaan diciptakan sistem manajemen yang dikenal dengan manajemen kepegawaian.
  • Karyawan suatu perusahaan akan dapat bekerja dengan baik dalam menghasilkan suatu barang apabila mereka mempunyai minat dan semangat terhadap pekerjaan tersebut.
  • Dengan demikian diperlukan suatu motivator bagi karyawan yaitu berupa pemenuhan kebutuhan fisik dan non fisik.
  • Definisi Motivasi menurt para ahli.
  • Pentingya motivasi bagi karyawan.
  • Alasan penulis memilih motivasi kerja.
  • Masalah yang dihadapi berupa produktivitas yang menurun di P.T X di Medan.
  • Menunjukkan bukti adanya masalah produktivitas di P.T. X (bila perlu)
  • Alasan penulis memilih pengaruh motivasi kerja karyawan terhadap produktivitas kerja karyawan.

Reference:
Bowker, Natilene. 2007. Academic Writing: A Guide to Tertiary Level Writing Massey University.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Penulisan Karya Ilmiah. Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kepednidikan: Jakarta.

Wallwork, Adrian. 2011. English for Writing Research Papers. New York: Springer.




Semoga pembahasan kali ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Jumat, 20 September 2013

Hakikat Skripsi

Hakikat Skripsi

Written by Ari Julianto


Perguruan Tinggi adalah bagian dari sistem pendidikan nasional Indonesia dan merupakan lembaga pendidikan formal yang mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari level Sekolah
Menengah Umum menuju Pendidikan Tinggi dengan tingkat kemampuan analisa dan pemahaman yang lebih tinggi dari sebelumnya. Perguruan Tinggi menentukan salah satu standar kelulusan mahasiswa untuk memperoleh gelar Strata 1 (S1) adalah dalam bentuk penyusunan tugas akhir atau skripsi.

Tujuan penulisan skripsi tersebut adalah sebagai sarana pelatihan bagi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah dengan mengikuti metode penelitian yang benar dan kaidah tata bahasa penulisan ilmiah..

Secara umum, Skripsi didefinisikan sebagai penulisan karya ilmiah berisi hasil studi literatur, studi kasus, studi perbandingan, hasil percobaan yang dilaksanakan baik di laboratorium maupun dilapangan yang disusun secara sistematis berdasarkan ketentuan metode penelitian ilmiah.

Secara khusus Skripsi dapat diartikan sebagai karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan jumlah Sistem Kredit semester (SKS) yang disyaratkan, dengan dibimbing oleh dosen pembimbing, sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar pendidikan Strata 1 (S1) atau Sarjana.

Penulisan skripsi ini dimaksudkan sebagai pelatihan bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk sebuah karya ilmiah.

Tujuan penulisan skripsi adalah
1. Agar mahasiswa membuktikan kemampuannya dalam menghasilkan suatu sumbangan mandiri dengan menerapkan ilmu yang telah dimilikinya dari kuliah-kuliah, praktikum, kerja praktek/magang dan kegiatan lainnya.
2. Untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah secara ilmiah atas topik atau pokok bahasan yang sesuai dengan aturan program studi masingmasing.
3. Untuk menilai keterampilan dan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan metode penelitian secara benar.
4. Untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam melakukan penalaran secara logis.
5. Dapat menuangkan penalaran logis secara sistematis dan terstruktur.

Isi dari penulisan skripsi diharapkan memenuhi aspek-aspek
1. Relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan.
2. Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3. Masalah dibatasi, sesempit mungkin.

Dalam penulisan skripsi atau tugas akhir tersebut, mahasiswa harus mampu mentaati norma-norma akademik sebagai berikut:
1. Keaslian
Yaitu mahasiswa dapat menghargai hasil kerja diri sendiri sehingga mahasiswa mampu menghargai hak cipta secara umum.

2. Keterpaduan
Yaitu mahasiswa mampu memahami keterpaduan materi-materi kuliah sesuai dengan kurikulum pendidikan yang diperoleh.

3. Kedalaman
yaitu mahasiswa memiliki keahlian dalam suatu bidang keilmuan yang dimilikinya.

4. Kemanfaatan
Yaitu mahasiswa dapat memberikan kontribusi teoritis ataupun praktis baik pada bidang ilmu yang ditekuni ataupun bagi masyarakat yang lebih luas.

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat bagi kita semua. Amien.

Senin, 26 Agustus 2013

Kepekaan Terhadap Masalah, Modal Membuat Skripsi

Kepekaan Terhadap Masalah, Modal Membuat Skripsi
Written by Ari Julianto
 

Pada postingan kali ini saya ingin mengangkat tema 'kepekaan terhadap suatu masalah'. Masalah yang dimaksudkan disini adalah segala bentuk fenomena yang muncul dalam kehidupan sekitar kita baik perseorangan pada khususnya maupun masyarakat pada umumnya.  
Masalah bisa ditemukan dimana-mana dalam segala bentuk kehidupan kita. Sebenarnya kejelian dan kepekaan Anda terhadap masalah yang muncul bisa Anda angkat untuk menjadi topik skripsi Anda. Apa yang kini tengah menjadi 'fenomena' dan 'trend' dalam masyarakat kita, bisa diusulkan untuk menjadi topik sebuah penelitian atau skripsi.

Peka terhadap masalah yang tengah terjadi bisa menghindari judul skripsi Anda disebut kedaluarsa (outdated). Hal tersebut disebabkan masalah yang Anda ajukan sudah pernah diteliti dan hasilnya sudah diketahui banyak orang.Oleh karena itu, memilih judul skripsi yang updated memerlukan kejelian dan kepekaan terhadap masalah yang sedang berkembang.

Masalah yang harus Anda perhatikan sudah tentu disesuaikan dengan latar belakang pendidikan Anda. Jika Anda di bidang pendidikan sudah tentu masalah pendidikanlah yang menjadi sorotan Anda dan sebagainya. Di bawah ini saya mencoba "mencubit" pemikiran Anda untuk mempertimbangkan masalah-masalah yang muncul di kehidupan kita. Saya hanya menyajikan beberapa contoh di bidang kejurusan saja secara umum dan bukan ke spesifik. Tapi ingat, permasalahan ini untuk beberapa tahun ke depan mungkin statusnya sudah outdated.

1. Ekonomi
- Belakangan ini banyak mini market franchaise seperti Indomaret, Alfamart dan sebagainya menjamur dimana-mana bahkan di satu jalan bisa muncul mini market franchaise. Anda bisa mengangkat 'dampaknya', 'hubungannya', 'studi kasus'dan lain sebagainya.

-Kebijakan sebuah perusahaan untuk mengenakan 'batik nasional' di setiap perkantoran dan instansi. Anda bisa mengangkat 'dampaknya terhadap penjual toko batik, penjahit pakaian dan sebagainya', 'apakah ada hubungannya dengan kinerja atau kenyamanan bekerja para karyawan?" dan masih banyak lagi masalah lainnya.

2. Pendidikan
- Penerapan kurikulum 2013 sudah mulai diberlakukan. Anda bisa mengangkat masalah 'efektifitas', 'komparatif studi kurikulum kini dan sekarang' dan lain sebagainya.

- Seringnya berganti nama untuk 'Ujian Akhir' setiap jenjang pendidikan membuat sejumlah masyarakat kewalahan. Berawal dari UJIAN NEGARA, UJIAN SEKOLAH, EBTANAS, UAN, dan UN bahkan sejumlah orang tua kini masih menyebutnya sebagai EBTANAS. Belum lagi pro dan kontra soal keberadaan sistim tersebut. Banyak masalah yang bisa Anda angkat dalam topik ini.

3. Agama Islam

- Belakangan ini banyak para dai atau ustadj muda dan baru yang bermunculan di media televisi. Ketenaran mereka bahkan mengimbangi para selebriti. Anda bisa menganalisa sepak terjang mereka apakah mereka benar-benar menyampaikan dakwah syiar Islam atau mencari popularitas.

- Fenomena atau trend para muallaf baik dari lokal maupun mancanegara belakangan ini sering terjadi. Anda bisa menganailisa apa yang menjadi 'motivasi' mereka untuk memilih Islam sebagai agama mereka. Dan masih banyak masalah lain yang bisa diangkat untuk dijadikan topik.

4. Sastra
- Karya-karya sastra dalam bentuk novel sudah banyak diangkat ke layar lebar baik novel hasil karya penulis Indonesia maupun dari luar negeri. Anda bisa menganalisa studi komparatif karya di novel dan di film.

- Para remaja kini digandrungi dengan K-POP asal Korea. Mereka bahkan mampu menghapal lirik-lirik lagu berbahasa Korea tanpa mengetahui arti lirik yang mereka nyanyikan. Anda bisa menganalisa apa kandungan lirik-lirik lagu K-POP yang terpopuler. Atau Anda bisa 'study komparatif' tema lirik lagu K-POP denan POP Indonesia.

Untuk sementara hanya bahasan ini saja yang bisa saya kemukakan mengingat keterbatasan waktu dan tempat dalam postingan saya. Sebagai kesimpulan, kepekaan Anda terhadap masalah yang muncul di kehidupan kita memang bisa menjadi modal sebagai penentuan judul skripsi Anda.

Namun ingat, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kepekaan Anda terhadap suatu masalah, antara lain:
1.Program Akademik, yakni pendalaman terhdap bidang yang dikajinya.
2. Spesialisai, yakni keahlian khusus pada suatu bidang menentukan kepekaan terhadap suatu masalah yang dikuasainya.
3. Analisi, yakni usaha untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya dan menganalisa persoalan dengan baik dan mengamati dengan cermat.
4. Bahan Bacaan, yakni dengan banyak membaca maka akan meningkatkan pengetahuan seseorang dan akan menangkap informasi teoritis, konsep dan generalisasi yang bisa meningkatkan wawasan.

Demikianlah pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat. Amin.

Minggu, 28 Juli 2013

Jangan Terjebak dengan Judul Skripsi

Jangan Terjebak dengan Judul Skripsi
 
Written by Ari Julianto


Pada postingan kali ini, saya ingin mengangkat permasalahan yang selalu dihadapi mahasiswa ketika judul yang ditawarkan sudah disetujui. Mengapa jadi masalah? Alih-alih sulitnya mendapat persetujuan judul untuk skripsi, si mahasiswa tersebut malah tidak tahu apa kandungan dari judul yang sudah disetujui tersebut. Betapa tidak, beberapa mahasiswa malah sudah mulai merasa putus asa dengan sekian judul yang ditawarkan kesemuanya ditolak.

Walhasil, mahasiswa mencari-cari judul di berbagai tempat asal jadi saja tanpa menganalisa isi dari judul tersebut. Karena prinsip mereka adalah "Yang Penting Judulku Diterima".

Begitu judul sudah disetujui, munculah dilema 'ketidak-tahuan' dan 'kebingungan' untuk memulai penulisan proposal mereka. Ada beberapa yang sudah berjalan di Chapter I tapi begitu masuk ke Chapter II Review of Literature, muncul permasalah lain seperti bahan literature yang susah didapatkan. Seanainya pun berjalan mulus pada proposal, muncul permasalahan baru yakni kesulitan mendapatkan data, atau data yang diperoleh kurang memadai.

Berdasarkan permasalahan diatas dan pengalaman saya menangani skripsi mahasiswa FKIP Bahasa Inggris dan Sastra Inggris, disini saya mencoba memberikan saran agar Anda tidak terjebak dengan judul skripsi Anda sendiri.

1. Jangan merasa puas terlebih daulu jika Anda sudah mengantongi banyak calon judul skripsi Anda. Beberapa situs atau blog banyak yang menawarkan judul-judul skripsi, tapi Anda jangan tergiur dengan tawaran tersebut. Untuk diketahui, judul-judul tersebut sudah umum atau tidak up to date. Jadi Anda harus mencari judul yang lebih update dan fresh. (Oleh sebab itu di blog saya ini, saya tidak menawarkan daftar judul-judul skripsi. Saya lebih suka menyajikan topik atau permasalahan yang bisa diangkat menjadi judul skripsi).

2. Ketahuilah masing-masing variable yang ada di judul skripsi tersebut. Banyak mahasiswa tanpa disadarinya judul yang sudah disetujui tersebut ternyata terkandung 4 variable yang semestinya 2 variable saja.

3. Langsung Anda membuat online untuk Chapter I, II dan III sebab ini akan mempermudah proses penulisan proposal skripsi Anda.

4. Begeraklah cepat untuk mencari referensi-referensi yang dibutuhkan untuk skripsi Anda.

5. Pikirkan kembali apakah Anda yakin data yang akan diambil bakal memunuhi persyaratan atau data yang tersedia cukup?

6. Tentukan jenis penelitian Anda, kualitatif atau kuantitif? Jika Anda sudah tahu jenis penelitiannya, maka Anda bisa mengikuti prosedur yang lainnya,

7. Alangkah lebih baiknya Anda mendapatkan copy skripsi atau thesis dengan judul yang hampir sama dengan judul skripsi atau thesis Anda sebab ini bisa menjadi perbandingan dan bahkan referensi Anda.

Akhir kata, jangan Anda bergembira terlebih dahulu jika judul skripsi atau thesis Anda sudah disetujui. Pertimbangkanlah baik-baik dan dengan matang kandungan dari judul tersebut.

Menunda-nunda waktu untuk penulisan proposal skripsi Anda justru akan menjebak Anda sendiri. Ingat! waktu yang disediakan kampus sangat terbatas dan waktu itu terus berjalan sementara Anda sibuk dengan kesulitan yang Anda hadapi tanpa solusinya.

Demikianlah pembahasan kita kali ini dan semoga bermanfaat. Amin.

Rabu, 26 Juni 2013

Tips Memilih Lokasi Penelitian

      Tips Memilih Lokasi Penelitian
 
Written by Ari Julianto


Lokasi penelitian (location of the research) memainkan peran yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan sebuah hasil penulisan skripsi/thesis. Pemilihan lokasi penelitian haruslah sangat hati-hati mengingat di lokasi tersebutlah data akan diperoleh baik data primer maupun sekunder yang akan dilaporkan.

Tidak sedikit mahasiswa atau peneliti mengalami kesulitan saat proses penelitian di lokasi yang dia pilih. Dari hasil pengamatan saya, para mahasiswa atau peneliti sering mengalami kesulitan dan hambatan saat proses di lokasi penelitian. Berikut saya mencoba menguraikan hambatan beserta tips memilih lokasi penelitian.

I. Hambatan di Lokasi Penelitian
1. Mahasiswa/Peneliti harus mengikuti peraturan yang berbeda dan unik yang berlaku di lokasi tersebut (sekolah, kantor, instansi dan sebagainya),
2. Para supervisor yang bertanggung jawab mengawasi mahasiswa/peneliti kerap memanfaatkan tenaga mahasiswa/peneliti,
3. Tidak semua data primer yang dianggap penting oleh mahasiswa/peneliti untuk hasil risetnya bisa diberikan,
4. Kurangnya fasilitas yang mendukung dalam proses penelitian di lokasi tersebut,
5. Situasi dan kondisi yang tidak kondusif di lokasi penelitian (misalnya, terjadi gap antar guru di sekolah atau karyawan di kantor)
6. Terlalu banyak supervisor yang ikut serta mengawasi proses penelitian sehingga mahasiswa/peneliti kesulitan menentukan siapa yang diprioritaskan,
7. Para responden (jika melibatkan objek penelitian) kurang kooperatif sehingga hasil data kurang lengkap (misalnya dalam bentuk interview, kuesioner dan sebagainya),
8. Dan sejumlah hambatan lainnya yang bisa saja sewaktu-waktu akan mempersulit si mahasiswa/peneliti.

II Tips Memilih Lokasi Penelitian

1. Pilihlah lokasi yang mendapat rekomendasi dari orang terpercaya (misalnya dari dosen pembimbing, keluarga, kerabat atau teman dekat),
2. Pilihlah lokasi dimana Anda pernah bertugas di dalamnya (misalnya bekerja di sana, praktik lapangan, mengajar dan sebagainya),
3. Pilihlah lokasi yang mudah dijangkau. Bila perlu yang terdekat dengan tempat tinggal Anda,
4. Pilihlah lokasi yang menurut Anda sudah memenuhi kriteria syarat permasalahan skripsi/thesis Anda (misalnya tidak mungkin Anda meneliti writing skill in English tapi lokasinya di sebuah pabrik industri perikanan),
5. Lokasi penelitian yang baik bukan berarti lokasi tersebut harus bergedung mewah dan memiliki banyak karyawan,
6. Pilihlah lokasi dimana segala bentuk urusan administrasi berjalan dengan baik (mengingat Anda butuh surat balasan riset dari lokasi tersebut),
7. Alangkah lebih baiknya jika Anda mengenal orang-orang yang berada di lokasi tersebut,
8. Carilah informasi apakah lokasi tersebut akan eksis selama proses riset Anda. Bisa saja sekolah atau perusahaan yang Anda pilih ternyata mengalami masalah dan harus ditutup tiba-tiba selama proses riset Anda,
9. Pilihlah lokasi yang memiliki multi-etnis. Ini akan membantu Anda agar tidak terjadi diskriminasi selama proses riset,
10. Terakhir, mencari informasi dari berbagai pihak apakah lokasi tersebut mau menerima pihak luar untuk mengadakan penelitian di dalamnya.

Demikianlah pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat. Amin.

Sabtu, 22 Juni 2013

Pentingnya Pra-riset

Written by Ari Julianto



Pra-riset (pra-penelitian) adalah suatu tindakan mengumpulkan informasi pokok seputar topik yang potensial dengan menggunakan beragam sumber referensi.

Proses pra-riset dapt berupa pengamatan masalah di lapangan, perumusan masalah, pengembangan kerangka berpikir, hingga penyusunan proposal.

Pra-riset sangatlah penting mengingat ia adalah kunci keberhasilan awal yang harus dipersiapkan peneliti. Artinya peneliti semestinya melakukan penjajakan awal atau dengan kata lain peneliti semestinya melakujkan studi pendahuluan.

Studi pendahuluan yang berorientasi itu bertujuan memetakan konsep, memetakan problem, menentukan metode dan sebagainya. Hal ini berarti pra-riset membutuhkan si peneliti untuk terjun ke lapangan. Seorang peneliti tidak hanya duduk dan menghadap meja kerja dan melakukan penerawangan untuk mencari ilham. Walaupun itu kajian literature atau penelitian kepustakaan sekalipun. Hal ini menunjukkan bahwa apapun jenis penelitian yang akan dilakukan sebaiknya melakukan pra-riset.

Dalam pra-riset juga dilakkan observasi terhadap objek penelitian. Yang perlu dipantau adalah bagaimana sistem kerja yang ada di objek tersebut. Bidang kerja apa saja yang terdapat di lingkungannya dan permasalahan apa yang terjadi di objek tersebut.

Setelah melihat sistem kerja dengan observasi, maka peneliti melakukan wawancara untuk mengetahui lebih dalam lagi seperti apa sistem di objek tersebut. Hal ini bertujuan agar mengetahui apa saja yang menjadi kendala, datanya seperti apa, siapa saja yang terlibat dalam sistem dan bagaimana sistem yang diinginkan untuk dikembangkan.

Dalam proses ini juga diperlukan dokumentasi yakni pengumpulan informasi data. Mintalah data, dokumen atau contoh formulir, nota, dan lain-lain yang ada di objek penelitian. Hal ini dilakukan agar penelitian yang akan ilakukan memiliki data aktual yang terdapat di objek penelitian sehingga dalam menghasilkan sebuah output dapat disesuaikan dengan data yang ada.

Pra-riset memiliki sejumlah manfaat antara lain"
- Peneliti bisa mengetahui lebih banyak fakta dan informasi tentang topik yang tengah dibahasnya.
- Membantu peneliti untuk memperluas dan membatasi cakupan topik yang tengah dibahasnya.
- Peneliti bisa terbiasa dan memahami istilah, kosa kata dan frase yang akan digunakannya dalam membuat proposal dan skripsi nantinya.

Contoh: 
(Untuk Literature) Anda tertarik untuk meneliti Mental Conflict in Harry Potter
- Anda harus mengenal terlebih dahulu siapa pengarangnya dan serial novel lainnya,
- Anda harus mencari tahu siapa itu Harry Potter (karakter, usianya, latar belakangnya, kehidupannya dsb)
- Anda harus mencari dan mendapatkan novelnya, dan bahlan DVD filmnya
- Baca atau tontonlah serial Harry Potter kemudian amati apakah memang ada Mental Conflict di dalam serial tersebut,
- Jika Anda menemujkannya maka Anda siap untuk melangkah ke proposal.

(untuk education) Anda tertarik untuk meneliti Correlation between Students Needs in Writing and Students' English test result.
- Anda harus mencari 1 sekolah pilihan Anda
- Perhatikan berapa jumlah siswa yang ada di sekolah itu,
- Mintalah data nilai siswa untuk writing dan nilai rapor siswa
- Amati dan banding-bandingkan keduanya
- Pikirkan apakah ada hubungannya nilai siswa yang rendah dengan tidak dipenuhinya kebutuhan siswa dalam writing skill
 
Demikianlah pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat. Amin.

Jumat, 14 Juni 2013

Bahasa Sebuah Skripsi/Thesis

Bahasa Sebuah Skripsi/Thesis

Written by Ari Julianto
 





Bahasa penulisan skripsi untuk FKIP Bahasa Inggris tidak jauh berbeda dengan syarat penulisan sebuah skripsi dalam Bahasa Indonesia. Kedua-duanya menjunjung tinggi kesoponan bahasa dan penggunaan bahasa resmi (formal). Namun, secara gramatikal tentu jauh berbeda. Berikut ini, saya mencoba merangkum sejumlah syarat penulisan skripsi ditinjau dari penggunaan Bahasa Inggris.

1. Pergunakanlah Bahasa Inggris resmi (formal language),

2. Hindari penggunaan kata atau istilah yang dipakai dalam slang, jargon dan sebagainya,

3. Jika Anda menggunakan British English, konsistenlah untuk tetap berpedoman dalam British English. Jika Anda menggunakan American English, konsistenlah untuk tetap berpedoman dalam American English,

4. Perhatikan apakah subjek sesuai dengan kata kerjanya (Verb Agreement). Misalnya 
Right: “Reading Tolstoy, we conclude that he is a patrician observer of Russia’s moral landscape.”
Wrong: “Reading Tolstoy, it is clear that he is a patrician observer of Russia’s moral landscape.”

5. Perhatikan juga penggunaan paralellisme. Misalnya 
Wrong: “His reactions are similar to a moonstruck lover.”
Right: “His reactions are similar to a moonstruck lover’s


6. Tidak dibenarkan menyingkatkan kata untuk kata kerja bantu. Misalnya 
Wrong: don't, it's, wouldn't
Right: do not, it is, would not

7. Hindari penggunaan and so forth, etc dengan menggunakan alternatif seperti di bawah ini 
Wrong: Analysis involves using summaries, coding etc. to select, focus and simplify data.
Right: Analysis involves using summaries, coding and other techniques to select, focus and simplify data

8.Hindari penggunaan subjek I, We, dan You dengan alternatif seperti di bawah ini 
Wrong: You can find support for this proposition in several studies.
Right: Support for this proposition can be found in several studies.

9. Meletakkan adverb seiring dengan verb. Misalnya 
Wrong: In this section, first I will discuss how commercial buildings can be built in economical ways
Right: In this section, I will first discuss how commercial buildings can be built in economical ways.

Wrong: Then any underlying causes can be identified and adressed.
Right: Any underlying causes can then be identified and adressed.

10. Setiap paragraf semestinya terfokus pada satu gagasan yang mendukung keutuhan. Mulailah paragraf dengan topic sentences, support assertions with evidence, dan perluas gagasan Anda dengan cara yang paling mudah dipahami.

11. Untuk Kesimpulan (Conclusion), Anda bisa menggunakan frase-frase seperti berikut
Ways to introduce your conclusion:
• So...
• It is clear that...
• In conclusion,...
• In light of the evidence...
• Having considered some of the
important arguments...
• These examples suggest/demonstrate/prove/indicate...

12. Perhatikan syarat penggunaan tenses di bawah ini.
• Present tense is used for relating what other authors say and for discussing the literature,theoretical concepts, methods, etc.
“In her article on biodiversity, Jones stipulates that ….”
In addition, use the present tense when you present your observations on the literature.
“However, on the important question of extinction, Jones remains silent.”
• Past tense is used for recounting events, results found, etc.
“Jones and Green conducted experiments over a ten-year period. They determined that it was not possible to recreate the specimen.”
• Future tense is used for describing how you will accomplish your research.
“This thesis will challenge Jones and Green’s conclusions about biodiversity and will propose a new
approach to the problem of species extinction.”

13. Perhatikan spelling. Pengetikan skripsi/thesis melalui microsoft word sudah menyediakan check spelling.


Demikianlah pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat. Amin.

Kamis, 13 Juni 2013

Cara Membuat Outline Skripsi

Cara Membuat Outline Skripsi

        Written by Ari Julianto


Ketika judul sebuah skripsi sudah dimiliki, alangkah baiknya mahasiswa dianjurkan atau dibiasakan membuat rancangan isi skripsi dengan menggunakan outlline.

Menurut Richards and Schmidt di Longman Dictionary of Language Teaching and Applied Linguistics (2002), kata outline didefenisikan sebagai berikut.

outline n outlining v (in composition) a plan for an essay or piece of writing which presents the main points the essay will cover and the order in which they will be mentioned.In an outline, main points are distinguished from supporting details, sometimes using systems of numerals and letters.


Dengan kata lain, outline merupakan rancangan, skema atau bagan sebuah tulisan yang berisikan point-point atau topik dan sub-topik penting yang akan dibahas. topik dan sub-topik tersebut bisa disajikan dengan angka.

Cara membuat outline sebuah skripsi adalah sebagai berikut
1. Tuliskan judul skripsi yang akan dibuat,

2. Tuliskan semua topik/subtopik/ide yang terkait dengan judul (tema) skripsi,

3. Biarkan semua subtopik/ide itu bermunculan begitu saja, tidak usah terburu mengurutkannya secara logis-kronologis,

4. Setelah semua subtopik/ide dituangkan (sementara), cermati satu per satu berdasarkan cakupan dan urutan. Bisa dikonsultasikan dengan dosen,

5. Cakupan dimaksudkan sebagai satu subtopik dan sub-subtopik yang menjadi bawahannya yang memang berkaitan secara logika. Atau, satu subjudul dengan subjudul-judul yang mendukungnya,

6. Urutkan tiap subjudul dan sub-subjudul ke dalam pengurutan yang menunjukkan alur pemikiran yang logis-kronologis,

7. Setelah pengurutan subjudul dan sub-subjudul secara logis-kronologis selesai, cermati sekali lagi: Mungkin ada yang perlu ditambahkan, dibuang, atau dipindah letaknya ke bagian yang yang lebih sesuai,

8. Tiap subjudul dan sub-subjudul harus secara jelas mendukung tema karangan,

9.Susunkah outline untuk Background of the Study secara utuh per paragraph dengan metode from General to Specific,

10.  Setelah selesai, editlah bagian atau paragraph mana yang dianggap tidak perlu. Seringkali dalam penulisan skripsi terjadi penulisan topic sentence yang berulang-ulang.

Selamat mencoba dan semoga posting kali ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Minggu, 09 Juni 2013

Using Discourse Markers in Skripsi/Thesis

       Using Discourse Markers in Skripsi/Thesis
 


Written by Ari Julianto

In writing a skripsi/thesis, the use of discourse makers plays an important role. In linguistics, a discourse marker is a word or phrase that is relatively syntax-independent and does not change the meaning of the sentence, and has a somewhat empty meaning.

In Practical English Usage Michael Swan defines a 'discourse marker' as 'a word or expression which shows the connection between what is being said and the wider context'. For him, it is something that a) connects a sentence to what comes before or after, or b) indicates a speaker's attitude to what he is saying.

Discourse makers can be grouped according to their function in the discourse. Here are some groups of markers that might help you when you need a little variety.

1. Ordering points or sequencing 
Firstly, …; secondly, …; finally,…

2. Adding something
Moreover, …; Furthermore,…; Further,…; In addition,…; Additionally,…
NOTE: “Besides” is mainly used in speaking

3. Comparing (similarity)
Similarly,…; … likewise,…; equally,…

4. Comparing (difference – establishing contrast)
… However,…; in fact,…; On the other hand,…; …, rather,…; In contrast, …; On the contrary,…; Nervertheless,…; Nonetheless,…; …, yet … (MORE FORMAL)

5. Introducing a cause
As a result of…; Because of…; Because…; Owing to …; Due to…
 

6. Introducing a result
Consequently…; Therefore…; Hence,…; As a result,…; Thus,…; So …; Then…

7. Exemplifying

For example,…; For instance,…; Notably,…

8. Restating

In other words,…; that is,…; namely,…
 

9. Generalising
In general, …; generally,…; on the whole,…

10. Summarising
In summary,…; In conclusion

Hopefully, today's posting will be useful for all of us. Amin.

Sabtu, 13 April 2013

Sumber Masalah Penelitian

             Sumber Masalah Penelitian

Written by Ari Julianto


Langkah awal dari suati penulisan skripsi atau thesis adalah menemukan masalah. Sebenarnya tidak ada kaidah pasti untuk menemukan suatu masalah, tetapi ada beberapa saran yang bermanfaat dalam memilih masalah penelitian.Lebih ringkasnya saya sajikan sebagai berikut.


1. Pengalaman pribadi
    Pengalaman merupakan salah satu sumber yang paling berguna dalam pengambilan suatu masalah sebab dikembangkan dari pengalamn peneliti sendiri sebagai praktisi kependidikan.

2. Teori pendidikan dan teori tingkah laku.
    Suatu teori yang menyangkut prinsip umum, yang kelayakannya untuk diterapkan pada pendidikan masih belum bisa terbukti, sebelum prinsip tersebut dilakukan secara empiris.

3. Literatur Terkait
         Literatur terkait dapat diambil melalui bacaan laporan-laporan penelitian yang pernah dilakukan, baik berupa skripsi, tesis, desertasi, atau yang pernah di publikasikan dalam buku.

4. Masalah di Minat dan Profesi
    Mengidentifikasi lingkup masalah yang luas yang berhubungan dengan minat dan profesinya, selanjutnya memilah atau mengambil permasalahan dari lingkup tersebut.

5. Masalah yang Muncul saat Praktik Mengajar
    Ketika mahasiswa melakukan praktik mengajar yang istiliahnya KKN atau PPL, di sana muncul banyak permasalahan di dalam kelas, sekolah, atau masyarakat.

6. Perubahan teknologi
    Teknologi akan terus berubah dan berkembang. Banyak para siswa memiliki ketergantungan pada teknologi canggih. Dengan media ini, mahasiswa bisa menjadikannya sebagai ide untuk permasalahan.

7. Konsultasi
    Konsultasi dengan instruktur kursus, penasehat/ pembimbing, atau profesor utama dapat mendorong untuk menemukan suatu masalah penelitian. 

Ruang Lingkup FKIP 
Khusus untuk ruang lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris, ruang lingkup masalah untuk diangkat sebagai judul skripsi bisa diperoleh dari sumber sebagai berikut.

1. Program  pengajaran, teks/ bahan kajian, alat pendukung pengajaran
2. Pengajaran dengan media
3. Modifikasi abjad, awal mengajar abjad
4. Mengajar secara team
5. Evaluasi pelajaran– pelaporan ke orang tua
6. Peraturan siswa / kendali
7. Evaluasi pelajaran, praktek,filosofi
8. Pekerjaan rumah kebijakan dan praktek
9. Darmawisata
10. Gedung sekolah dan fasilitas
11. Program ekstrakurikuler
12. Aktifitas siswa di luar sekolah
13. Aktifitas guru di luar sekolah
14. Linguistik
15. Pendekatan mengajar/belajar
16. Teknik mengajar/belajar
17. Metode mengajar/belajar
18. Gaya mengajar/belajar
19. Strategi mengajar/belajar
20. Laboratorium bahasa 
21. Moral guru/siswa
22. Motivasi guru/siswa
23. Organisasi bidang pendidikan 
24. Pendidikan luar sekolah
25. Peraturan dan kebijakan sekolah
   
Kesimpulannya adalah, gunakan pikiran dan nalar Anda sebagai seorang pengajar, pendidik atau peneliti untuk melihat sesuatu. Membiasakan diri untuk menganilisa sesuatu yang kita lihat dapat menuntun kita menjadi penulis skripsi/thesis yang berhasil.

(Diambil dari berbagai sumber)
Semoga pembahasan kali ini bisa bermafaat. Amien.

Sabtu, 06 April 2013

Guide Questions to Library Research

Guide Questions to Library Research


                                                 Written by Ari Julianto





Making Your Plan
Consider:
- How detailed will your research have to be?
- How long does your paper have to be?
- What subject areas are involved?
- What types of information/resources are needed?
- Where will you find your resources?

Developing Your Search
Actions:
- Get familiar with your campus library
- Talk to library staff
- Find out what resources you can get from your library
- Choose a topic and have it approved by your instructor
- Select your information resources

Identifying Resources
- Reference Resources
- Books
- Scholarly and Professional Journals
- Popular Magazines
- Newspapers
- Internet Resources
- Audio, Visual, and Non-Print Resources

Gathering Information
Reference Sources:
- Library Catalog
- Other Library Catalogs
Scholarly and Popular Journals

Ebooks
- Access internet to find the related ebooks

Evaluating Your Resources
- Who is the author?
– Check the author’s credentials
- What audience was it written for?
- Is the information current and/or biased?
- Is the level of the information appropriate for your project?
- Is there is a list of references and bibliography cited by the author?

Well, hope today's posting will be useful for all of us. Amien.

Minggu, 24 Februari 2013

Belajar dari Skripsi/Thesis Lain



         Belajar dari Skripsi/Thesis Lain

                                                     Written by Ari Julianto






Memperbanyak membaca, menilai dan mengkaji isi skripsi atau thesis orang lain merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan skripsi atau thesis Anda sebelum menulisnya Saya secara pribadi tidak melarang jika seorang mahasiswa mengcopy-paste beberapa alinea ke dalam skripsi atau thesisnyaasalkan apa yang dia lakukan itu dapat ia pahami dan dipertanggung jawabkan dan bukan sembarang copy-paste saja.

Mengapa saya mengatakan demikian? Sebelum saya menjawab, mungkin beberapa pertanyaan ini bisa mengarah untuk jawabannya.

1. Apakah semua mahasiswa benar-benar memahami Metodologi Penelitian?
2. Apakah semua mahasiswa memiliki keterampilan menulis dalam Bahasa Indonesia dengan baik?
4. Apakah semua mahasiswa mampu menulis 1 paragraf dengan baik dan benar dalam Bahasa Inggris?
5. Apakah semua mahasiswa memiliki standard qualified English?

Jika ke-5 pertanyaan saya diatas cenderung 'Tidak' karena tidak mungkin 'ya' maka alasan saya sudah terjawab. Jadi, sah sah saja jika seorang mahasiswa melakukan copy-paste bahan yang diabutuhkan asalkan bukan menjadi plagiat.

Namun, ada beberapa tips yang harus diperhatikan bagi Anda untuk melakukan copy-paste bahan yang Anda cari, antara lain:
1. Carilah judul skripsi yang hampir sama dengan judul skripsi Anda,
2.  Bacalah abstract di halaman pertamanya sebab abstract merupakan perwakilan dan seluruh isi skripsi.Apakah sama?
3. Perhatikan identification of the problem, problems of the study, scope and limitation. Apakah sama?
4. Pelajarilah outline di Chapter II Review of Literature sebab itu sangat membantu Anda untuk menyusun teori-teori dan kajian di Chapter II,
5. Perhatikan jenis risetnya. Apakah sama?
6. Cocokan kutipan para ahli (quotations) dengan reference atau  bibliography di akhir skripsi. Apakah sudah sesuai? Usahakan Anda juga memiliki referensinya juga.
7. Perhatikan rumus-rumus yang dipakai apakah sudah sesuai?
8. Jadikan skripsi yang Anda pegang itu sebagai bagian referensi Anda juga.

Jadi, cara mengcopy-paste bahan-bahan dari skripsi lain menurut saya sah sah saja asalakan seperti yang saya sebutkan di atas Anda dapat memahami dan bertanggung jawab terhadap isinya. Ada pengalaman pribadi dari saya ketika mengikuti sebuah meja hijau dimana seorang dosen dengan berangnya memarahi mahasiswa yang sedang diuji. "Saya tahu apa yang kamu lakukan di skripsi ini.Kamu kan tinggal caplok sana caplok sini!". Jika dia berkata pelan mungkin saya tidak tahu, tapi karena dia bersuara keras maka itu terdengar saya. Dengan tersenyum dan dalam hati saya berkata "Macam ente gak begitu".
Saya mengatakan demikian sebab saya tahu bahwa dia adalah tipe dosen yang jarang menulis. Menulis baginya hanya untuk mendatangkan uang yakni membuat diktat, itu pun strukturnya hancur-hancuran.

Akhir kata, perbanyaklah membaca skripsi atau thesis orang lain. Pelajari dan teliti dengan seksama. Bandingkan yang satu dengan yang lain. Insya Allah ini akan mempermudah Anda memahami isi skripsi atau thesis yang sedang Anda jalani.

Demikianlah posting saya kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.

Selasa, 11 Desember 2012

Syarat Judul Skripsi atau Thesis

             Syarat Judul Skripsi atau Thesis
                                                                        Written by Ari Julianto



    Judul sebuah skripsi/thesis selalu menjadi patokan awal dan perdebatan bagi para mahasiswa, dosen, sekretaris program studi (prodi), ketua prodi dan bahkan dekan yang bersangkutan. Sudah berpuluh judul yang diajukan mahasiwa dan berpuluh judul juga ditolak. Walhasil, mahasiswa itu akan mengalami keputus-asaan, dan bahkan mengarah pada stress dan trauma.
    Menurut saya, judul-judul yang diajukan para mahasiswa itu sebenarnya tidak ada yang berstatus 'ditolak'. Semuanya layak untuk dijadikan judul skripsi. Hanya saja, banyak pertimbangan yang harus dilakukan seperti, penelitian tersebut sudah pernah dilakukan dalam rentang waktu belum setahun, terlalu simple dan variablenya sangat sederhana, akan menyulitkan mahasiswa itu sendiri nantinya, atau tidak ada manfaatnya sama sekali bagi orang lain.
    Dan itulah sebenarnya tugas sekretaris dan ketua prodi untuk mengarahkan judul yang diajukan mahasiswa itu menjadi tepat dan terarah. Secara pribadi, saya kurang setuju dengan sikap aksi membuat tanda silang (X) pada setiap judul yang diajukan para mahasiswa. Tindakan seperti itu sama seperti memberi warna merah pada angka 5 di nilai rapor siswa. Dampak psikologisnya memang tidak terlihat secara langsung namun jika hal tersebut terjadi secara berulang-ulang maka akan memiliki fatal effect.
    Saya tidak memihak dari sisi manapun sebab di satu sisi, mahasiswa itu sendiri juga kurang paham dengan judul yang dia ajukan. Sudah pasti dalam hal ini para dosen lebih berperan besar membantu, mengarahkan dan membimbing para mahasiswa yang ilmu semasa perkuliahan itu sedikit dicerna.
    Namun, yang terpenting adalah judul yang diajukan itu memang harus memiliki syarat seperti yang dikemukakan Arikuntodalam Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Syarat-syarat tersebut antara lain:
1. Harus sesuai dengan minat,
2. Harus dapat dilaksanakan,
3. Harus tersedia faktor pendukung,
4. Harus bermanfaat bagi ilmu pengetahuan adean praktek,
5. Bukan merupakan ulangan

     Lebih lanjut Arikunto menyatakan bahwa judul skripsi atau penelitian itu harus memiliki rumusan yang jelas sehingga ia menggambarkan antara lain:
1. Sifat dan jenis penelitian,
2. Objek yang diteliti,
3. Subjek penelitian,
4. Lokasi/daerah penelitian,
5. Tahun/waktu terjadinya peristiwa

     Prosedur pengajuan judul untuk setiap fakultas atau perguruan tinggi memang tidak sama. Saya belum melihat idealnya prosedur tersebut bagaimana. Apakah harus tiga judul atau satu judul saja.
     Seorang sahabat saya semasa kuliah dulu pernah menyarankan agar judul yang diajukan tersebut hanya satu judul saja.Namun, si mahasiswa wajib mengetahui jenis, metode, rancangan, permasalahan, signifikan, serta prosedur penelitian dan sebagainya.
     Kita semua sama-sama mengerti bahwa English is a foreign language and not our mother tongue besides students are just beginning to be researchers not real ones.  

(Dari berbagai sumber)
Demikianlah pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat. Amin.

Sabtu, 24 November 2012

Components of A Skripsi or Thesis

         Components of A Skripsi or Thesis
                                                                   Written by Ari Julianto


Skripsi or Thesis come in various sizes and shapes. The components of many skripsi or thesis are similar although their functions and requirements may differ according to the degree they are presented for. Below is the most common component of a skripsi or thesis.

1. Cover page- identifies topic, writer, institution, degree and date (year and, if you like, month)
- title, candidate's name and qualifications, degree aimed at, faculty, university, month and year presented.

2. Declaration
-
states that the material presented has not been used for any other award, and that all sources are acknowledged
- states that the approval of skripsi or thesis was received and gives the reference number. An example of a declaration page appears below:

This thesis contains no material that has been accepted for the award of any other degree or diploma in any educational institution and, to the best of my knowledge and belief, it contains no material previously published or written by another person,except where due reference is made in the text of the thesis.

Signed: ………………………………………

The research for this research received the approval of the English department of Teacher Training of .......University (Reference number: ……….)


3. Acknowledgements
- to thank anyone whose support has been important for your work
- the supervisor generally receives the first vote of thanks. Don’t forget your participants (though remember confidentiality). This section is the least bound by convention. You may speak from the heart.

4. Table of Contents
- lists all major divisions and subdivisions marked by numbers and indicates which page they are on
- the titles and subtitles of sections should appear in a style and size consistent with their position in the hierarchy (see style manuals for help in selecting your system)
- numbering hierarchy: 1, 1.1, 1.1.1, 1.1.1.1

5. Lists of Tables / Figures / Illustrations / Appendices
- lists all of these and the pages on which they appear
- a separate section is used for each of these categories. (It is often handy to number such items using the chapter number first: e.g., Fig 1.1, Fig.2.1, Fig.2.2, etc.)

6. Abstract
- orients the reader/ presents the focal points of the thesis
- summarises the thesis, mentioning aims/purposes, focus of literature review, methods of research and analysis, the findings, and implications Introduction (may be given a more descriptive name to reflect the topic)
- provides background information and rationale for the research, so that the reader is persuaded that it will be useful/interesting. It usually also serves as a frame within which the reader reads the rest of the thesis
- provides background information related to the need for the research
- builds an argument for the research (rationale) and presents research question(s) and aims
- may present personal motivations behind research
- may present a theoretical starting point
- gives an outline of subsequent chapters

7. Literature Review (this may consist of more than one chapter with descriptive titles)
- to show the reader/examiner that you are familiar with issues and debates in the field (you need to explain these and discuss the main players' ideas)
- to show the reader that there is an area in this field to which you can contribute (thus, the review must be critically analytical)
- this is the section where you cite the most, where your use of  verb tense becomes most important in conveying subtle meanings, where you must  beware of unwarranted repetition. This is where plagiarism can become an issue
- you must remember to discuss theory which is directly relevant to your research
- in a minor thesis, this may be incorporated into other parts of the piece presented (e.g., in the introduction, throughout a video, in a discussion). Alternatively a literature review may be the main source of data, and fulfill the aims of the thesis, in which case it may need to consist of one or more large chapters

8. Methodology (research design)
- presents an understanding of the philosophical framework within which you see your inquiry (i.e., discusses epistemology of the research using literature)
- presents a rationale for the methodological approach (using literature)
- describes and justifies the methods of research and analysis (using literature)
- reveals the boundaries of the research (this may occur instead in the Introduction)
- describes what you did (past tense) for selection of site, participants, data gathering and analysis
- it may include illustrations (e.g., a timeline depicting  stages/steps in the research)
- describes steps taken to ensure ethical research practice (shows you are a serious researcher who takes account of how research may affect participants)
- you can discuss issues of validity and reliability here

9. Results (presentation of data)
- presents the data and findings, ordered/analysed in ways justified earlier (methodology)
- past tense is a feature here (usually)
- data in tables should be carefully set out, checked and discussed

10. Discussion (analysis of data)
- discusses findings, drawing out main achievements and explaining results
- makes links between aims and findings (and the literature)
- may make recommendations – these could appear in the Conclusion chapter

11. Conclusion
-
draws all arguments and findings together
- leaves the reader with a strong sense that the work you set out to do has been completed, and that it was worthwhile
- summarises major findings
- presents limitations
- presents implications
- suggests directions for future research
- ends on a strong note

12.References (for minor thesis)/ Bibliography (for major thesis)
- shows the reader which texts/materials you have consulted
- is in alphabetical order
- may be annotated, though usually is not
- should not include works you have not used/cited

13. Appendices
- provides a place for important information which, if placed in the main text, would distract the reader from the flow of the argument
- includes raw data examples and reorganized data (e.g., a table of interview quotes organized around themes)
- appendices may be named, lettered or numbered (decide early)
References (for minor thesis)/ Bibliography (for major thesis)
- shows the reader which texts/materials you have consulted is in alphabetical order
- may be annotated, though usually is not
- should not include works you have not used/cited.

(Taken from various sources)

Kamis, 22 November 2012

10 Tips Mengerjakan Skripsi

    10 Tips Mengerjakan Skripsi
 

                       Written by Ari Julianto   

Mengerjakan tugas akhir dalam bentuk skripsi atau thesis memang suatu hal yang sangat menguras tenaga, pikiran dan kantong kita. Namun, hendaknya kita tetap menjalaninya dengan perencanaan yang baik. Sampai saat ini saya belum pernah mendengar ada satu mahasiswa/i yang tidak lulus hanya karena kualitas skripsinya jelek. Yang terpenting adalah kita tetap menjalankan tugas akhir kita itu. Berikut saya mencoba menyajikan tips bagi mereka yang tengah mengerjakan skripsi. 

1. Pahamilah Permasalahan
Kenalilah permasalahan (problem of the study) skripsi Anda. Tidak mungkin Anda bisa lulus di meja hijau jika Anda sendiri tidak tahu apa permasalahan skripsi Anda. Permasalahan skripsi Anda akan terjawab di BAB V Conclusion and Suggestions.

2. Mengenali Jenis Riset
Sebagaimana kita ketahui ada sejumlah jenis riset. Kenalilah apa jenis riset Anda, apakah itu kualitatif, kuantitatif, experimental, correlational, contrastive dan sebagainya. Ini akan mengarahkan Anda kepada BAB IV Analysis and Findings.

3. Mengalokasikan Waktu
Lupakan sementara hal-hal yang tidak penting dalam hidup Anda selama mengerjakan skripsi ini. Misalnya, rencana pergi piknik, pulang kampung atau rencana pesta pernikahan (apalagi yang untuk nikah kedua kalinya). Kita tidak tahu apa rencana Tuhan. Namun, jika terpaksa, sisihkanlah waktu Anda untuk mengerjakan skripsi itu.

4. Menyiapkan Anggaran
Saya yakin sebagian besar mahasiswa/i telah mempersiapkan dana setahun sebelum ia mengerjakan skripsi baik dari dirinya sendiri maupun suntikan dana dari orang tua. Jangan mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu sebelum Anda diwisuda.

5. Melacak Sumber Referensi
Tidak mungkin Anda bisa mendapatkan bahan kajian khususnya untuk BAB II Review of Literature jika Anda tidak mempunyai sumber referensi. Jika Anda tidak berhasil mendapatkan bukunya di toko-toko buku, Anda bisa memanfaatkan Mr. Google, search dan download ebook dalam bentuk PDF.

6. Perubahan Tenses
Dalam skripsi FKIP Bahasa Inggris, tenses memegang peranan penting. Jika masih dalam bentuk proposal, tenses dalam BAB III Method of Research keseluruhannya harus dalam bentuk future tense sebab riset itu belum Anda lakukan. Tapi, jika sudah dilakukan maka tensesnya akan menjadi past tense.

7.Jeli Memilih Dosen Pembimbing
Selama perkuliahan kita memiliki beberapa dosen favourite yang sesuai dengan pilihan hati kita. Jadikanlah mereka sebagai dosen pembimbing Anda agar segalanya bisa lancar. Namun, pikirkan juga kualitas ilmu mereka.

8. Sering Bertanya dan Membaca
"Ini gimana....terus ngapain...apa lagi yang ditulis..cemana nyusunnya?" Itulah sejumlah pertanyaan yang sering dilontarkan para mahasiswa/i selama mengerjakan skripsi. Itu tidak salahmalah sebaliknya bisa melancarkan pemahaman Anda mengerjakan skripsi. Tentunya bertanya pada orang atau nara sumber yang tepat. Tak kalah pentingnya baca dan bacalah terus referensi dan isi skripsi Anda. Meski tidak sempurna namun setidaknya Anda memahami isinya.

9. Jangan Mengeluh
Berat memang tapi itulah yang harus Anda jalani. Suka atau tidak suka Anda harus menyelesaikannya. Jangan banyak mengeluh sebab itu akan mengurangi semangat Anda untuk mengakhiri tugas ini.

10.Berdoa
Berdoalah kepada Tuhan, Bila perlu Anda yang Muslim salat Tahajud tengah malam. Mohon diberi kelancaran, kesehatan, dan ketenangan selama mengerjakan skripsi ini.

Demikianlah tips selama mengerjakan skripsi. Semoga posting kali ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Jumat, 09 November 2012

Tata Cara Penulisan Skripsi



             Tata Cara Penulisan Skripsi
                          Written by Ari Julianto


        Untuk tata cara penulisan skripsi, saya rasa setiap universitas atau akademi sudah memiliki standard penulisannya. Anehnya, ada satu universitas terkemuka yang justru tidak mengikuti tata cara penulisan skripsi yang ada pada mereka. Walhasil, bisa kita temui setiap mahasiswa memiliki model skripsi berbeda satu sama lainnya. Lebih serunya lagi setiap dosen pembimbing saling mempertahankan model yang dia kehendaki dengan argumentasi dan referensi yang ada padanya.
        Berikut ini saya mencoba menampilkan salah satu tata cara penulisan skripsi yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan bagi para mahasiswa. Semoga pembahasan kita kali ini bermanfaat. Amin.

A. Bahan dan Ukuran
1. Naskah skripsi disusun diatas kertas HVS 80 gram ukuran kuarto dan tidak dicetak bolak balik (satu lembar satu muka). Ukuran naskah adalah 21 cm x 28 cm.

2. Sampul skripsi dibuat dari kertas buffalo atau yang sejenis, berwarna disesuaikan dengan Program Studi serta untuk naskah skripsi akhir dijilid karton. Tulisan yang tercetak pada sampul sama dengan yang terdapat pada halaman judul dan menggunakan huruf berwarna kuning emas.

B. Pengetikan
1. Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran (font size) 12 dan untuk seluruh naskah digunakan jenis huruf yang sama.
a. Huruf miring tidak diperkenankan kecuali untuk istilah asing.
b. Lambang huruf Yunani atau tanda-tanda yang tidak bisa diketik, ditulis dengan rapi memakai tinta hitam.

2. Spasi yang digunakan untuk teks dalam naskah skripsi adalah 2 spasi dan 1 spasi untuk teks yang digunakan dalam abstrak, kutipan langsung yang panjangnya lebih dari 5 (lima) baris, catatan kaki, judul tabel dan judul gambar
yang terdiri atas dua baris atau lebih serta daftar pustaka. Khusus untuk kutipan langsung diketik agak menjorok (masuk) kedalam dengan 7 (tujuh) ketukan.

3. Alinea baru dimulai dengan ketukan huruf pertama agak menjorok ke dalam sebanyak 6 (enam) ketukan dari batas tepi kiri.

4. Batas tepi pengetikan diatur dari tepi kertas adalah :
a. Tepi atas : 4 cm
b. Tepi bawah : 3 cm
c. Tepi kanan : 3 cm
d. Tepi kiri : 4 cm

5. Awal kalimat harus menggunakan huruf besar. Bilangan, lambang atau rumus kimia yang memulai suatu kalimat harus ditulis lengkap. Misalnya : Sepuluh penyakit terbanyak.

6. Bilangan dan satuan
a. Bilangan diketik dengan angka, kecuali pada awal kalimat misalnya : 15 g bahan.
b. Bilangan decimal dinyatakan dengan koma, bukan dengan titik, misalnya : berat badan 50,5 kg.
c. Satuan dinyatakan dengan singkatan resmi tanpa titik dibelakangnya, misalnya : gr, mg, kg.

7. Penulisan judul, sub judul dan anak sub judul semuanya tanpa diakhiri dengan titik.
a. Judul ditulis dengan huruf besar (kapital) dan diatur supaya simetris dengan jarak 4 cm dari tepi atas.
b. Nomor urut judul ditulis dengan huruf romawi dan ditulis di tengah-tengah kertas diatas nama judul.
c. Sub judul ditulis simetris di tengah seluruh kata dimulai dengan huruf besar (kapital) , kecuali kata penghubung dan kata depan.
d. Anak sub judul diketik mulai dari batas kiri, dengan huruf pertama adalah huruf besar. Kalimat pertama sesudah anak sub judul dimulai dengan alinea baru e. Penulisan sub anak sub judul dimulai ketukan ke-6 diikuti dengan titik.
Kalimat pertama diketikkan setelah sub anak sub judul dalam baris yang sama.

C. Penomoran
1. Penomoran halaman judul hingga abstrak ditulis dalam angka romawi kecil, sedang bagian-bagian lain ditulis dengan angka arab.

2. Nomor halaman ditempatkan pada sebelah kanan atas, kecuali ada judul atau bab pada bagian atas halaman tersebut, maka nomor ditaruh di bagian kanan bawah.

3. Jika dalam laporan penelitian terdapat sejumlah persamaan atau persamaan matematis penomoran dilakukan dengan angka arab yang ditempatkan di dekat tepi kanan diantara 2 ( dua ) tanda kurung.

4. Nomor halaman diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas atau tepi bawah.

5. Penomoran judul :
I.
II.
    A.
    B.
        1.
        2.
           a.
           b.
              1)
              2)
                  a)
                  b)
                      (1)
                      (2)
                          (a)
                          (b)


D. Tabel dan Gambar
1. Tabel
a. Nomor tabel yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris diatas tabel tanpa diakhiri dengan titik dan pada halaman yang sama b. Judul tabel diketik menggunakan huruf kapital dibuat simetris kanan-kiri, dan jika judul tabel panjang disusun secara piramida terbalik ( V ) diletakkan diatas table dengan jarak baris 1 spasi.
c. Seluruh kolom dalam table harus diberi judul dan batas yang tegas.
d. Tabel yang lebih dari 2 (dua) halaman atau harus dilipat, ditempatkan pada halaman lain (lampiran).
e. Pada setiap table harus disebutkan nama sumbernya, diletakkan dibawah halaman table sebelah kanan.

2. Gambar
Yang termasuk gambar adalah bagan, grafik, foto, lukisan, iklan dan sebagainya.
a. Judul gambar diketik dengan huruf capital tanpa diakhiri dengan titik diletakkan dibawah nomor gambar dengan jarak 2 spasi. Jika judul gambar panjang, dan lebih dari 1 baris disusun secara piramida terbalik (V).
b. Nomor gambar menggunakan angka arab ditempatkan dibawah gambar secara simetris kiri-kanan.
c. Ukuran gambar diusahakan dapat diletakkan pada satu halaman, tidak dipenggal dan diletakkan secara simetris
d. Pada setiap gambar disebutkan sumbernya diletakkan disebelah kanan bawah.

E. Kutipan
Macam kutipan :
a. Kutipan langsung , adalah kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, baik bahasa maupun susunan kata dan ejaannya. Kutipan langsung ada 2 yaitu ;
1) Kutipan langsung tidak lebih dari 40 kata, dapat diletakkan sebagai bagian dari kalimat di suatu paragraph, diawali dan diakhiri dengan tanda kutip ( ".....")
2) Kutipan langsung lebih dari 40 kata, dituliskan dalam blok paragraph tersendiri tanpa tanda kutip diketik dengan jarak spasi satu dan menjorok masuk tujuh ketukan dari margin kiri Sumber kutipan langsung ditulis dengan menyebutkan nama pengarang ( untuk orang asing hanya nama keluarga, untuk orang Indonesia disesuaikan dengan kebiasaan), tahun terbitan, dan nomor halaman yang
dikutip.
Contoh : Bailey, 1978 : 12

b. Kutipan tidak langsung, yaitu kutipan yang hanya mengambil pokok-pokok pikiran atau semangatnya saja dan dinyatakan dengan kata-kata dan bahasa sendiri tanpa tanda kutip. Diketik seperti halnya naskah dan diupayakan kutipan ini tidak terlalu panjang. Kutipan tersebut ditulis dengan spasi rangkap seperti teksnya.

F. Penulisan Nama
1. Tulisan oleh satu penulis
Contoh :
- Calvin (1992) mengeksplorasi….
- Dalam penelitian mengenai persepsi masyarakat di masyarakat pinggiran,
Calvin (1992) menemukan …..
- Pada tahun 1992, Calvin menemukan……

2. Tulisan oleh dua penulis
Contoh :
- Othmer dan Calvin (2000) dalam suatu studi di Australia menemukan…..
- Studi di Australia (Othmer dan Calvin, 2000)….

3. Tulisan oleh lebih dari dua penulis
Contoh :
- Calvin et al. (1993) menyatakan…..
- Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa …(Calvin et al., 1993)

4. Institusi sebagai penulis
Contoh :
- Depkes ( 1993) ……….
- Hasil survey kesehatan di Indonesia ……..(Depkes, 1993)
5. Terdapat dua atau lebih tulisan oleh penulis yang sama dan merupakan sumber dari paragraph yang sama, bila
i. Dipublikasikan pada tahun yang sama, maka ditambahkan huruf kecil (a, b, c..) sebagai tanda.
Contoh :
Dua penelitian oleh Calvin di Australia menunjukkan….(Calvin, 1993a, b)
ii. Dipublikasikan pada tahun yang berbeda, maka dicantumkan tahun
publikasinya secara berurutan
Contoh :
1.Calvin (1992, 1994) dalam teorinya mengatakan….
2. Penelitian sebelumnya ( Edeline & Weinberger, 1991, 1993).

6. Penulis dengan nama belakang yang sama
Contoh :
- R.D. Luce (1989) and P.A. Luce (1998) meneliti ….
- J.M. Goldberg and Neff (1961) dan M.E. Goldberg and Ruth (1972)
meneliti …..

7. Referensi Sekunder
Referensi sekunder hanya diperbolehkan jika sumber aslinya tidak dapat dicari
Contoh :
Calvin, seperti yang disitasi oleh Luce ( 1994), berpendapat bahwa….
Dalam hal ini, calvin adalah penulis aslinya sedang Luce hanya mengambil ide dari Calvin.

8. Bila mensitasi artikel koran tanpa nama penulis, nama koran dapat digunakan.
Contoh :
Kecurigaan adanya penyakit masyarakat di Yogyakarta…(Kompas, 2005).

9. Komunikasi Pribadi
Komunikasi pribadi dapat berbtnuk surat, memo, komunikasi elektronik, komunikasi telepon dan lainnya.
Contoh :
- Radjiman (personal communication, October 24, 2001)

10. Derajat Kesarjanaan
Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan

11. Catatan Kaki
Kalau tidak perlu sekali dihindari penggunaan catatan kaki, kecuali untuk bidang studi tertentu seperti ilmu sejarah. Penulisan catatan kaki dengan jarak 1 ( satu ) spasi

G. Daftar Pustaka
1. Buku dan Monograf Lain
a. Buku
Hal-hal yang perlu dicantumkan dalam penulisan referensi yang bersumber dari buku :
1) Nama penulis, editor, penyusun atau institusi yang bertanggungjawab
2) Tahun buku dipublikasikan
3) Judul buku dan sub judul bila ada ( semua judul ditulis dengan cetak tebal atau diberi garis bawah atau ditulis dengan huruf Italic )
4) Seri buku tersebut atau volume buku bila ada
5) Edisi
6) Penerbit
7) Tempat diterbitkan
8) Halaman buku yang digunakan sebagai referensi, bila ada
a) Satu Penulis
Contoh :
- Berkman, R.I. (1994) Find it fast : how to uncover expert information on any subject. New York : Harper Perennial
b) Dua Penulis atau Lebih
Contoh :
- Moir, A. & Jessel, D. (1991) Brain Sex : the real difference between men and women. London ; Mandarin
c) Editor atau Penyusun Sebagai Penulis
Contoh :
- Spence, B. ed. (1992) Secondary school management in the 1990s : challenge and change. Aspect of education Series, 48. London : Independent Publishers
d) Penulis dan Editor
Contoh :
- Breedlove, G.K. & Schorfheide, A.M. (2001) Adolescent pregnancy. 2nd ed. Wieczorek, R.R. ed. White Plains (NY) : March of Dimes Education Services
e) Institusi, Perusahaan atau Organisasi Sebagai Penulis
Contoh :
- UNESCO (1993) General information programme and UNISIST. Paris : Unesco, PGI-93/WS/22
- Health Education Authority (1992) A philosophy for
midwifery. London : RCM

b. Referensi “Di Dalam”
1) Salah Satu Tulisan Dalam Buku Kumpulan Tulisan
Bila salah satu tulisan dalam buku kumpulan tulisan menjadi sumber referensi, maka secara garis besar penulisan referensi memuat :
a) Penulis naskah
b) Tahun publikasi
c) Judul naskah yang dijadikan sumber referensi
d) Menggunakan kata “ in” atau “di dalam”
e) Penulis / editor buku kumpulan tulisan
f) Judul buku kumpulan tulisan (menggunakan huruf cetak tebal atau garis bawah atau tulisan Italic)
g) Tempat publikasi
h) Penerbit
i) Halaman buku yang dijadikan sumber referensi
Contoh :
Porter, M.A. (1992) The Modification of method in researchingpostgraduate education. In : Burgess, R.G.ed. The research process in educational settings : ten case studies. London : Falmer Press, pp. 35-40

2) Referensi Kedua (Buku Disitasi Dalam Buku Yang Lain)
Referensi tersebut harus dituliskan sebagai berikut :
Contoh :
Confederation of British Industry (1989) Toward a skills revoluasion : a youth chaerter . London : CBI. Quoted in : Bluck, R., Hilton, A., & Nonn, P. (1994) Information skills in academic libraries : a teaching and learning role in higher education. SEDA Paper 82. Birmingham : Staff and Educational Development Association, p.39

c. Kamus
Contoh :
The Oxford English Dictionary. (1989) vol. 5, 2n ed. Oxford : Clarendon

d. Tesis, Skripsi atau Disertasi
Referensi yang bersumber dari tesis atau disertasi perlu mencantumkan nama penulisan, tahun publikasi, judul tesis, skripsi atau disertasi, tujuan dan tipe, serta nama pemberi gelar tersebut
Contoh :
Istiadi, M. (2005), Perbedaan Kadar Bilirubin total pada sampel yang langsung diperiksa dan Ditunda. Tesis, Universitas Diponegoro

2. Artikel
a. Artikel Jurnal
Secara garis besar penulisan referensi yang bersumber dari artikel perlu
mencantumkan :
1) Nama penulis artikel
2) Tahun dipublikasikan
3) Judul artikel
4) Judul jurnal (ditulis dengan cetak tebal atau garis bawah atau huruf italic )
5) Volume dan nomer jurnal
6) Nomor halaman jurnal yang memuat artikel yang dijadikan sumber referensi

b. Artikel Koran
Contoh :
Sandy, M. (2005) Kesehatan Reproduksi Remaja, When ?. Kompas, 10 November.

c. Halaman dari sebuah buku
Contoh :
Basir, A. (2006). Pengantar Kesehatan Reproduksi Remaja. Yogyakarta: Percetakan Gamma, hlm. 57-59

3. Naskah Dalam Media Elektronik
a. Web sites
Contoh :
Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM. (2005) Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM [Internet}. Yogyakarta : S2 IKM UGM. Tersedia dalam: http://ph-ugm.org [Diakses 8 November 2005].


(Dari berbagai sumber)

Semoga postingan kali ini bermanfaat. Amien.