Senin, 31 Desember 2012

Jenis-Jenis Jaringan Komputer

JENIS-JENIS JARINGAN KOMPUTER
1.Local Area Network (LAN) 
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce,misalnya printer) dan saling bertukar informasi.
 
2.Metropolitan Area Network (MAN)
 
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3.Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesinmesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

4.Internet 
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

5.Jaringan Tanpa Kabel
 Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

Minggu, 30 Desember 2012

Pengertian WEB SITE DEVELOPER

WEB SITE DEVELOPER 
Perkembangan teknologi informasi yang kian pesat memacu munculnya situs baru yang dapat diakses melalui jaringan internet. Data dari survey yang dilakukan oleh Netcraft  menunjukkan bahwa sampai pada bulan Maret 2008 ini jumlah website telah mencapai angka 162.662.052 situs dengan 4,5 juta situs baru pada bulan ini. Hal ini memungkinkan jumlah situs baru pada tahun 2008 ini mencapai 60 juta situs atau meningkat 20% dari perkembangan tahun 2007 yang mencapai 50 juta situs baru. Perkembangan jumlah situs ini tidaklah mengherankan karena semakin banyaknya orang yang melakukan blogging baik melalui Google, blogspot.com, ataupun MySpace. Namun demikian, situs yang benar-benar aktif pada bulan Maret 2008 hanyalah 65,6 juta atau 40,33% dari jumlah total situs.

Dengan perkembangan jumlah situs yang luar biasa besar ini menuntut para pemrogram web (web programmer) untuk selalu berkreasi menciptakan ide-ide baru baik dalam desain layout, penggunaan aplikasi server web, maupun operating system yang dipakai, agar situs yang dibangunnya tidak kandas dalam persaingan.

Saat ini banyak sekali bahasa pemrogaraman web yang dipakai untuk membangun sebuah situs. Bahasa pemrograman yang dipakai antara lain Hyper Text Markup Language (HTML), Dynamic HTML (DHTML), eXtesible Markup Language (XML), XHTML, PHP (PersonalHome Page: Hypertext Preprocessor), CGI (Common Gateway Interface), Perl (Practical Extraction and Report Language), ColdFusion, ASP (Active Server Page), Java, JHTML.

HTML sebenarnya bukanlah bahasa pemrograman namun hanyalah bahasa markup. Bahasa HTML adalah bahasa yang sederhana dan hanya memiliki sedikit kesulitan. Bahasa yang merupakan dasar dari framework Internet ini ditemukan oleh Tim BernersLee pada tahun 1989. Hampir setiap situs web menggunakan bahasa ini, entah sekedar menampilkan teks, animasi, tampilan grafis, ataupun suara. Bahasa HTML sebenarnya berasal dari bahasa lama yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language). Namun perkembangan HTML sudah dimulai sejak kurang lebih 10 tahun bahasa tersebut diperkenalkan. Sedangkan DHTML adalah bahasa yang bisa diakses dan dimodifikasi oleh bahasa script seperti Vbscript, Javascript. DHTML sering dimanfaatkan untuk menampilkan animasi-animasi seperti efek text, perubahan warna, dan lain sebagainya. Bahasa ini sering juga disebut sebagai versi objek dari HTML. XML adalah bahasa yang sifatnya lebih terbatas daripada elemen-elemen HTML. Dengan XML, orang bisa menentukan elemen-elemennya sendiri lalu kemudian mengembangkannya. XML saat ini biasa dijumpai pada aplikasi RSS (Really Simple Syndication).

Bahasa ini masih dalam pengembangan. XHTML merupakan gabungan dari bahasa HTML dan XML. Seperti halnya XML, bahasa ini juga masih tergolong baru namun diramalkan akan sangat berperan dalam mewarnai dunia web di masa depan. Info selengkapnya mengenai bahasa ini bisa ditemukan di www.w3r.org. Bahasa pemrograman web yang paling populer saat ini adalah PHP. PHP ditulis oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994 yang pada awalnya ia gunakan untuk mencatat jumlah pengunjung situs yang membuka halaman resumenya. Ia kemudian menulis ulang kode-kodenya dengan bahasa C yang kemudian menjadikan bahasa itu menjadi lebih kaya kemampuan. Barulah setelah itu banyak bermunculan tokoh-tokoh yang berjasa dalam perkembangan PHP seperti Zeev Suraski dan Andi Gutmans yang menulis kembali parsing engine unuk menciptakan PHP versi 3. PHP kemudian menjadi modul Apache yang paling sering digunakan. Saat ini sedang dikembangkan PHP versi 5.2.5 dan PHP 4.4.8.

CGI (Common Gateway Interface) merupakan standar internet tertua dan paling berkembang sebagai suatu alat lewatnya informasi dari web server ke suatu program dan mengembalikan hasilnya ke browser. Suatu program CGI dapat ditulis dengan bahasa-bahasa Perl, Java, C, C++, Scriptscript UNIX, Visual Basic, MacOS atau AppleScript. Karena itulah CGI sebenarnya kurang tepat jika dikategorikan sebagai bahasa karena program CGI sendiri dapat ditulis menggunakan beragam bahasa. PERL merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang ditemukan oleh Larry Wall (1987). PERL memiliki kemampuan untuk dapat diterapkan pada hampir semua jenis Operating System dan yang terpenting, PERL bisa didapatkan secara free. Dalam aplikasinya eksekusi PERL biasa dijalankan dengan CGI (Common Gateway Interface) sebagai mekanisme untuk menampilkan output text ke browser.

Coldfusion adalah sistem pengembangan aplikasi yang dikembangkan oleh Alaire. File Coldfusion ini memiliki ekstensi CFM. File-file CFM disimpan dalam bentuk plain text, sama halnya seperti PERL dan PHP sehingga siapapun dapat melihat isinya. ASP diciptakan khusus bagi server IIS milik microsoft, namun demikian saat ini server Apache::ASP yang ditulis dengan bahasa Perl sudah dapat menangani file ASP. Bahasa ini merupakan bahasa pemrograman web yang dinamis. ASP dapat digunakan untuk mengeksekusi beragam request terhadap suatu database atau perintah-perintah pada system lokal. JHTML adalah bahasa standard JavaSoft keluaran SUN yang diciptakan untuk mengikutsertakan Java dalam sebuah file HTML. Bahasa ini memiliki tag tersendiri yang diproses sebelum mengirimkan output pada browser. JHTML hampir mirip dengan HTML, hanya saja memiliki tambahan tag <Java>.

Selain bahasa pemrograman yang harus dipilih, untuk membangun sebuah website yang dinamis diperlukan sebuah basis data (database). Saat ini tersedia berbagai database yang dapat diaplikasikan untuk pemrograman web baik yang berbayar seperti Oracle, Microsoft Access, Microsoft SQL Server maupun yang gratis (free) seperti MySQL, PostgreSQL. Banyak programer web yang saat ini memilih database gratis seperti MySQL karena kemudahan akan penggunaan, referensi, dan di samping karena faktor ketenarannya. Tatacara dan mekanisme penggunaan database dalam pemograman web tidak akan dijelaskan dalam makalah ini.

Sabtu, 29 Desember 2012

Pengertian WEB PAGE DEVELOPER

WEB PAGE DEVELOPER
Pengembangan web adalah istilah yang luas untuk pekerjaan yang terlibat dalam mengembangkan sebuah situs web untuk internet (World Wide Web) atau intranet (jaringan pribadi). Hal ini dapat mencakup desain web, pengembangan konten web, penghubung klien, script client-side/server-side, web server dan konfigurasi jaringan keamanan, dan pengembangan e-commerce. Namun, kalangan profesional web, "web development" biasanya mengacu pada aspek non-desain bangunan utama situs web: menulis markup dan coding. pengembangan Web dapat berkisar dari mengembangkan halaman sederhana tunggal statis teks biasa ke aplikasi yang paling kompleks internet berbasis web, bisnis elektronik, atau layanan jaringan sosial.

Bagi organisasi yang lebih besar dan bisnis, web tim pengembangan dapat terdiri dari ratusan orang (pengembang web). Organisasi yang lebih kecil mungkin hanya memerlukan webmaster permanen atau kontrak tunggal, atau tugas sekunder untuk posisi pekerjaan yang terkait seperti seorang desainer grafis atau informasi teknisi sistem. Pengembangan Web mungkin merupakan upaya kolaborasi antar departemen bukan domain departemen yang ditunjuk.

Jumat, 28 Desember 2012

Pengertian Web Specialist

WEB SPECIALIST

Web Specialist merupakan web yang dibuat dan dirancang secara khusus untuk menangani atau memberikan informasi yang bersifat khusus terhadap informasi yang diberikannya. Contoh web specialist yaitu web yang khusus memberikan informasi tertentu misalnya web yang memberikan fasilitas kepada pembaca atau pengunjungnya untuk dapat mendownload software secara gratis dan masih banyak lagi web yang bersifat spesia

Kamis, 27 Desember 2012

Pengertian WEB ARCITHECT

WEB ARCITHECT

Web arcithect
merupakan suatu pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs web, seperti arsitektur itu sendiri, meliputi kriteria teknis, estetis dan fungsional. Seperti dalam arsitektur tradisional, fokusnya adalah benar pada pengguna dan kebutuhan pengguna. Hal ini memerlukan perhatian khusus untuk konten web, rencana bisnis, kegunaan, desain interaksi, arsitektur informasi dan web design. Untuk optimasi mesin pencari yang efektif perlu memiliki apresiasi tentang bagaimana satu situs Web berhubungan dengan World Wide Web.

Karena konten Web perencanaan, desain dan manajemen dalam lingkup metode desain, Vitruvian tradisional tujuan komoditas, keteguhan dan menyenangkan dapat memandu arsitektur website, seperti yang dilakukan arsitektur fisik dan disiplin desain lainnya. arsitektur Website akan datang dalam lingkup estetika dan teori kritis dan tren ini dapat mempercepat dengan munculnya web semantik dan web 2.0. Kedua ide menekankan aspek struktural dari informasi. Strukturalisme adalah sebuah pendekatan untuk pengetahuan yang telah mempengaruhi sejumlah disiplin ilmu termasuk estetika, teori kritis dan postmodernisme. Web 2.0, karena melibatkan user-generated content, mengarahkan perhatian arsitek website untuk aspek struktural informasi.

Arsitektur Website memiliki potensi untuk menjadi istilah yang digunakan untuk disiplin intelektual pengorganisasian konten website. "Desain web", dengan cara Sebaliknya, menggambarkan tugas-tugas praktis, bagian-grafis dan bagian-teknis, perancangan dan penerbitan website. Perbedaan tersebut dibandingkan antara tugas mengedit koran atau majalah dan desain grafis dan pencetakan. Tetapi hubungan antara aktivitas editorial dan produksi lebih dekat untuk publikasi web daripada publikasi cetak.

Kesalahpahaman terhadap The Correlation, The Effect dan The Ability


Kesalahpahaman terhadap 

The Correlation, The Effect dan 
The Ability

                                                                              Written by Ari Julianto

     Belakangan ini ada suatu keselapahaman yang berkembang pada penelitian terhadap siswa. Kesalapahaman itu mungkin terbentuk akibat suatu keharusan yang disesuaikan dengan judul skripsi/thesis. Ada tiga penelitian yang menggunakan judul tertentu yang selama ini mengalami
mispersepsi.
     Ketiga jenis penelitian yang saya maksudkan tersebutkan adalah penelitian yang menggunakan judul The Correlation, The Effect dan The Ability. 
     Selama ini mahasiswa ataupun dosen menilai setiap skripsi/thesis dengan judul menggunakan The Correlation pada akhir kesimpulan (conclusion) harus memiliki korelasi. Begitu juga dengan The Effect dimana kesimpulan akhirnya harus memiliki dampak. Hal tersebut juga dialami pada judul skripsi/thesis yang mengandung kata The Ability dimana hasil riset disimpulkan harus mampu.
     Dilema semacam ini mungkin terjadi disebabkan kekakuan dalam memberikan dan memahami sebuah penelitian. Sebenarnya, penelitian ini tidak jauh berbeda dengan hasil check-up medis yang kemudian dilakukan diagnosa sehingga berakhir pada kesimpulan dokter.
     Jadi, tidak mungkin hasil diagnosa dokter diharuskan positif tanpa tawar menawarkan atau diganggu gugat. Begitu juga terhadap ketiga jenis skripsi/thesis yang menggunakan judul The correlation, The Effect dan The Ability.
     Menurut Longman Dictionary of Language Teaching and Applied Linguistics (Jack C. Richards dan Richard Schmidt. 2002) Correlation didefinisikan sebagai a measure of the strength of the relationship or association between two or more sets of data.
     Sedangkan correlational research didefinisikan sebagai research carried out to examine the nature of the relationship between two naturally occurring variables.
     Kemudian penelitian the Effect didefinisikan sebagai a measure of the strength of one variable’s effect on another or the relationship between two or more variables. 
     Sedangkan menurut Longman Dictionary of American English (2009) the ability didefinisikan sebagai the state of being able to do something, or your level of skill at doing something. Jadi, dari ketiga defenisi itu dapat disimpulkan bahwa jenis riset tersebut memiliki arti to measure dan to examine.Jika kita mengukur berarti jawabannya belum pasti pada titik tertentu bisa iya atau tidak.
     Begitupun jika kita menguji, hasilnya bisa lulus atau gagal. Sungguh disesalkan jika ketika ditawarkan judul skripsi/thesis The correlation, The Effect dan The Ability muncul pertanyaan "Dimana hubungannya? Apa ada hubungannya....dimana dampaknya?Apa ada dampaknya...Apa siswa mampu melakukan itu? Mana mampu mereka..."
     Bukankah pertanyaan-pertanyaan tersebut memang akan diajukan dalam formulation of the problem?   Melalui posting di blog saya ini, saya ingin mengingatkan kepada para mahasiswa agar tidak terjebak dengan kesalapahaman tersebut. 

Demikianlah pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat. Amin.

Rabu, 26 Desember 2012

Fungsi Sistem Operasi

Fungsi Sistem Operasi
  1. Fungsi Sitem Operasi sebagai Resource Manager, Fungsi ini untuk mengalokasikan sumber daya , seperti : memori, CPU, Printer, Disk Drive dan perangkat lainnya.
  2. Fungsi Sitem Operasi sebagai Interface, Fungsi ini adalah sebagai perantara antara pengguna dengan hardware untuk menyediakan lingkungan yang bersahabat ( user friendly). Pengguna tidak memiliki ke khawatiran untuk mengoperasikan perangkat level bawah.
  3. Fungsi Sitem Operasi sebagai Coordinator, Fungsi ini untuk menyediakan fasilitas sehingga aktifitas yang kompleks dapat diatur untuk dikerjakan dalam urutan yang telah disusun sebelumnya.
  4. Fungsi Sitem Operasi sebagai Guardian, Fungsi ini untuk menyediakan kontrol akses yang melindungi file dan memberi pengawasan pada pembacaan/penulisan/eksekusi data dan program.
  5. Fungsi Sitem Operasi sebagai GateKeeper, Fungsi ini adalah untuk mengendalikan siapa saja yang berhak masuk (Log) ke dalam sistem dan mengawasi tindakan apa saja yang dapat mereka kerjakan ketika telah log dalam sistem
  6. Fungsi Sitem Operasi sebagai Optimizer, Fungsi ini adalah untuk menjadwal pemasukan ( Input ) oleh pengguna , pengaksesan basis data, proses komputasi dan pengeluaran ( Output ) untuk meningkatkan kegunaan.
  7. Fungsi Sitem Operasi sebagai Accountant, Fungsi ini mengatur waktu CPU, penggunaan memori, pemanggilan I/O, disk storage, dan waktu koneksi terminal.
  8. Fungsi Sitem Operasi sebagai Server, Fungsi ini adalah untuk menyediakan layanan yang sering dibutuhkan pengguna, baik secara eksplisit maupun implisit, seperti mekanisme akses file.

Selasa, 25 Desember 2012

Pengertian Perangkat Lunak

Pengertian Perangkat Lunak 
Perangkat lunak atau software adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat juga dikatakan sebagai ‘penterjemah’ perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras. Perangkat lunak ini dibagi menjadi 3 tingkatan: tingkatan program aplikasi (application program misalnya Microsoft Office), tingkatan sistem operasi (operating system misalnya Microsoft Windows), dan tingkatan bahasa pemrograman (yang dibagi lagi atas bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Pascal dan bahasa pemrograman tingkat rendah yaitu bahasa rakitan).

Perangkat lunak adalah program komputer yang isi instruksinya dapat diubah dengan mudah. Perangkat lunak umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras (yang sering disebut sebagai device driver), melakukan proses perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak yang lebih mendasar lainnya (seperti sistem operasi, dan bahasa pemrograman), dan lain-lain.

Senin, 24 Desember 2012

Perangkat Lunak Aplikasi

Perangkat Lunak Aplikasi
Terbagi dua, yaitu:
a.Program Aplikasi
b.Program Paket:
  1. Perangkat lunak aplikasi pengolah kata (Fungsi: Mengolah data dalam bentuk teks)
  2. Perangkat lunak aplikasi pengolah angka (Fungsi: Mengolah data berupa angka)
  3. Perangkat lunak aplikasi pengolah berbasis presentasi (Fungsi: Membuat format presentasi dalam bentuk slide)
  4. Perangkat lunak aplikasi pengolah data (Fungsi: Pembuatan database)
  5. Perangkat lunak aplikasi pengolah grafis (Fungsi: Mengolah objek sehingga memiliki tampilan yang lebih baik)
  6. Perangkat lunak aplikasi pengolah statistik (Fungsi: Mengolah data dalam bentuk angka agar lebih mudah dianalisis)
  7. Perangkat lunak aplikasi multimedia (Fungsi: Mengolah data menjadi hiburan)
  8. Perangkat lunak aplikasi internet (Fungsi: Untuk browsing internet)

Minggu, 23 Desember 2012

Macam-Macam Perangkat Lunak Serta Fungsinya

Macam-Macam Perangkat Lunak Serta Fungsinya
Perangkat Lunak Sistem
a Sistem Operasi

Fungsi: Mengaktifkan seluru perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-
masing dapat saling berkomunikasi

b. Program Utility (Alat Bantu)

Fungsi: Membantu atau mengisi kekurangan/kelemahan dari sistem operasi

c. Bahasa Pemrograman

Fungsi: Mengubah arsitektur dan algoritma yang dirancang manusia ke dalam format yang
dapat dijalankan komputer

Sabtu, 22 Desember 2012

Pengertian Bahasa Pemrograman

Pengertian Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman adalah istilah yang menerangkan bahasa yang dapat dimengeri oleh komputer. Dalam dunia komputerm dikenal 2 jenis bahasa pemrograman, yaitu bahasa pemrograman tingkat tinggi dan bahasa pemrograman tingkat rendah.

Sebuah bahasa pemrograman atau bahasa komputer di artikan sebagai teknik komunikasi yang terstandarisasi untuk menyatakan instruksi kepada komputer. Bahasa pemrograman adalah kesatuan aturan sintaksis dan semantik yang di gunakan untuk mendefinisikan program.

Sebuah bahasa pemrograman memungkinkan programer untuk menentukan secara tepat apa yang harus dilakukan oleh komputer, cara mengatur transfer data, input-output, dan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan dalam berbagai keadaan.

Bahasa pemrograman tingkat rendah merupakan bahasa pemrograman yang sulit dimengerti oleh manusia, sedangkan bahasa pemrograman tingkat tinggi lebih mudah dipahami oleh manusia. Contoh dari bahasa pemrograman tingkat rendah adalah Assembly, dan contoh bahasa pemrograman tingkat tinggi adalah C dan Pascal.

Perkembangan teknologi yang sangat cepat menghasilkan berbagai macam kebutuhan komputasi yang beraneka ragam. Oleh karena itu, muncul berbagai bahasa pemrograman yang berguna untuk memecahkan berbagai macam masalah dengan bantuan komputer.
Tiap-tiap bahasa pemrograman pada umumnya diciptakan untuk kondisi yang berbeda-beda. Tidak ada satu bahasa pemrograman pun yang bisa dikatakan unggulsecara mutlak, sebab bahasa-bahasa tersebut diciptakan dengan asumsi-asumsi tertentu dan berjalan di atas sistem operasi atau persyaratan tertentu

Sumber : http://gandhyrokhman.blogspot.com

Jumat, 21 Desember 2012

Fungsi bahasa pemrograman

Fungsi bahasa pemrograman
Fungsinya adalah menyuruh komputer untuk mengolah data sesuai dengan alur berpikir yang kita inginkan. Keluaran dari bahasa pemrograman adalah berupa program/aplikasi. Contohnya adalah program yang digunakan oleh kasir di mal-mal atau swalayan.

Penentuan jenis bahasa tidak ditentukan oleh trend namun lebih kepada kesesuaian antara masalah yang hendak dipecahkan dengan kelebihan dari suatu bahasa pemrograman. Misalkan, untuk membuat suatu aplikasi mengenai kecerdasan buatan, lebih tepat jika menggunakan bahasa pemrograman logik, seperti Prolog.

Secara umum terdapat 4 kelompok Bahasa Pemrograman, yaitu :
  1. Object Oriented Language (Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C)
  2. High Level Language (seperti Pascal dan Basic)
  3. Middle Level Language (seperti bahasa C), dan
  4. Low Level Language (seperti bahasa Assembly)

Keuntungan dan Kerugian DSS


KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DSS
Manajer yang menggunakan model matematis dapat memperoleh keuntungansebagai berikut :

  1. Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar
  2. Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
  3. Model memberikan daya peramalan
  4. Model membutuhkan biyaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error.
  5. Dapat menyelesaikan problem yang kompleks.
  6. Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
  7. Lebih cepat dengan hasil yang lebih baik (terutama dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi).
  8. Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
  9. Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
  10. Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
  11. Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.




Sedangkan kerugian model adalah sebagai berikut:

  1. Sulitnnya pemodelan system bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapatmenangkap semua pengaruh pada entity.
  2. Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi


Beberapa hal yang dilakukan oleh seorang manajer adalah sebagai berikut:
1. Fungsi ManajemenFungsi manajemen dari seorang manajer ini meliputi:

  1. Planning.
  2. Organizing.
  3. Staffing.
  4. Directing.
  5. Controlling.


2. Peran ManajemenPeran manajerial ini maliputi beberapa aktifitas, diantaranya:

  1. Interpersonal.
  2. Informational.
  3. Decisional.


3. Tingkatan ManajemenTingkatan manajemen ini meliputi: (Dapat dilihat pada gambar 10.5)

  1. Tingkat Perencanaan Strategis.
  2. Tingkat Pengendalian Manajemen.
  3. Tingkat Operasional.


Evolusi Dari Alat Pengambilan Keputusan


Evolusi dari alat pengambilan keputusan terkomputerisasi

Evolusi dari alat pengambil keputusan terkomputerisasi.
Dibagi dalam 7 kategori:

  1. Transaction Processing Systems (TPS).
  2. Manajement Information Sistems (MIS).
  3. Office Automation Sistems (OAS).
  4. Decision Support Systems (DSS) dan Group DSS (GDSS).
  5. Expert Sistem (ES).
  6. Executive Information Systems (EIS).
  7. Artificial Neural Network (ANN).


Kamis, 20 Desember 2012

Hubungan Antara DS dan ES


Hubungan Antara DS dan ES

  1. DS dan ES berbeda dan tak berhubungan dengan sistem  yang terkomputerisasi.
  2. Disiplin antara ES dan DS berkembang paralel, tapi saling tak tergantung dan berjalan sendiri-sendiri
  3. Menurut kenyataannya, disebabkan karena perbedaan kapabilitas diantara kedua tool, mereka dapat mengkomplen satu sama lain, membuatnya menjadi powerful, terintegrasi, sistem yang berbasis komputer, yang jelas dapat meningkatkan pengambilan keputusan manejerial.


Tahap-Tahap SPK


TAHAPAN-TAHAPAN DSS
Tahapan SPK :
  1. Definisi masalah
  2. Pengumpulan data / elemen informasi yang relevan
  3. pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  4. menentukan alternatif - alternatif solusi ( bisa dalam persentase )

Selain itu tahap-tahap dalan mengambil suatu keputusan telah dijelaskan dalam buku Herbert A. Simon, dimana tahapan tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu:
  1.  Kegiatan Intelijen.Mengamati lingkungan mencari kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki
  2. Kegiatan Merancang.Menemukan, mengembangkan dan mengalihkan berbagai alternatif tindakan yang mungkin
  3. Kegiatan Memilih dan Menelaah.Menilai pilihan-pilihan yang sesuai

Tujuan dari DSS adalah sebagai berikut:
  1. Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur.
  2. Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
  3. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.


Perintis DSS yang lain, Peter G.W. Keen, bekerja sama dengan Scott Morton mendefinisikan 3 (tiga) tujuan yang harus dicapai DSS. Mereka percaya bahwa DSS harus :1. Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur2. Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya3. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer.

Pengertian Disk Cleanup

Disk Cleanup
(cleanmgr.exe) adalah utilitas perawatan komputer dimasukkan dalam Microsoft Windows yang dirancang untuk membebaskan ruang disk di komputer ‘hard drive. Utilitas pencarian pertama dan menganalisa hard drive untuk file yang tidak lagi digunakan, dan kemudian menghapus file yang tidak perlu. Berikut beberapa file yang bisa dihapus lewat disk cleanup:
  1. Kompresi file lama
  2. Temporary Internet files
  3. Temporary Windows file
  4. Program-download file
  5. Recycle Bin
  6. Penghapusan aplikasi yang tidak terpakai atau komponen opsional Windows
  7. Setup File log
  8. Online file
Daftar di atas masih belum lengkap. Sebagai contoh, ‘Temporary Remote Desktop files’ dan ‘Temporary File Sync’ mungkin muncul hanya di bawah konfigurasi komputer tertentu, perbedaan-perbedaan seperti Windows Operating System dan penggunaan program-program tambahan seperti Remote Desktop. Pilihan untuk penghapusan data hibernasi mungkin tidak ideal untuk beberapa pengguna karena hal ini dapat menghilangkan opsi hibernate.

Selain menghapus file yang tidak diperlukan, pengguna juga memiliki pilihan untuk mengompresi file-file yang belum diakses selama jangka waktu tertentu. Opsi ini menyediakan skema kompresi yang sistematis. Jarang diakses file terkompresi untuk membebaskan ruang disk sementara meninggalkan file terkompresi yang sering digunakan untuk lebih cepat di akses.

Sumber : http://yoga-doang.blogspot.com

Jenis-Jenis DSS


JENIS-JENIS DSS
Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengambil elemen-elemen informasi.
  2. Menaganalisis seluruh file.
  3. Menyiapkan laporan dari berbagai file.
  4. Memperkirakan dari akibat. keputusan
  5. Mengusulkan. keputusan
  6. Membuat keputusan


Adapun fokus utama konsep DSS adalah komputer harus digunakan untuk mendukung manajer tertentu membuat keputusan tertentu untuk memecahkan masalah tertentu. Model DSS terdiri dari:

  1. Model matematika.
  2. Database.
  3. Perangkat lunak.

yang melukiskan beberapa komponen yang mendukung DSS, seperti: Hardware, Software, Data, Model, dan Interaktif para pemakainya.Menurut Herbert A. Simon keputusan berada pada suatu rangkaian kesatuan, dengan keputusan terprogram pada satu ujungnya dan keputusan tak terprogram pada ujung lainnya.


  1. Keputusan Terprogram, bersifat berulang dan rutin sedemikian sehingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan de novo (sbg sesuatu yg baru) tiap kali terjadi
  2. Keputusan Tidak Terprogram, bersifat baru, tidak terstruktur, dan jarang konsekuen. Tidak ada metode yg pasti utk menangani masalah ini belum pernah ada sebelumnya, atau karena sifat dan struktur persisnya tak terlihat atau rumit, atau karena begitu pentingnya sehingga memerlukan perlakuan yang sangat khusus.


Aplikasi DSS yang ditawarkan di pasar sangat beraneka ragam, dari yang paling sederhana (quick-hit DSS)sampai dengan yang sangat kompleks (institutional DSS). Quick-Hit DSS" biasanya ditujukan untuk para manajer yang baru belajar menggunakan DSS (sebagai pengembangan setelah jenis pelaporan yangdisediakan oleh MIS = Management Information System, satu level sistem di bawah DSS). Biasanya masalah yang dihadapi cukup sederhana (simple) dan dibutuhkan dengan segera penyelesaiannya.Misalnya untuk kebutuhan pelaporan (report) atau pencarian informasi (query). Sistem yang sama biasa pula dipergunakan untuk melakukan analisa sederhana. Contohnya adalah melihat dampak yang terjadi pada sebuah formulasi, apabila variabel-variabel atau parameter-parameternya diubah. Di dalam perusahaan, DSS jenis ini biasanya diimplementasikan dalam sebuah fungsi organisasi yang dapat berdiri sendiri (berdasarkan data yang dimiliki fungsi organisasi tersebut). Misalnya adalah DSS untuk menyusun anggaran tahunan, DSS untuk melakukan kenaikan gaji karyawan, DSS untuk menentukan besanya jam lembur karyawan, dan lain sebagainya.

Rabu, 19 Desember 2012

Pengertian File Sistem

File Sistem 
File system adalah file di komputer yang penting untuk menjalankan Windows. File sistem biasanya ditemukan di folder Windows atau folder Program Files.

File sistem tersembunyi secara default. Yang terbaik untuk menjaga file-file sistem yang tersembunyi untuk menghindari sengaja mengubah atau menghapus mereka. Jika perlu untuk melihat file-file sistem , lihat Tampilkan file yang tersembunyi.Biasanya, tidak boleh mengubah file sistem dengan mengubah nama, memindahkan, atau menghapus mereka karena dengan berbuat demikian dapat mencegah komputer bekerja dengan baik. Bahkan jika mengubah file sistem tampaknya tidak mempunyai efek langsung pada komputer , waktu berikutnya menjalankan Windows atau menjalankan program tertentu, komputer mungkin tidak bekerja dengan benar.

Jika ada sistem file pada hard disk yang tidak diperlukan, dapat menggunakan Disk Cleanup untuk menghapusnya dengan aman. Jika perlu membuat perubahan pada sistem , harus menggunakan sebuah alat yang dirancang untuk tugas itu. Misalnya, untuk menghapus program dari komputer , gunakan Programs and Features di Control Panel.

Pengertian DSS (Decision Support System)

Pengertian DSS (Decision Support System)
DSS merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan). Sistem informasi sangat penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan .Dimana system informasi mempunyai tujuan untuk mendukung sebuah aplikasi Decision Support System (DSS) yang telah dikembangkan pada tahun 1970. Keefektifan dalam mengembangkan DSS diperlukan suatu pemahaman tentang bagaimana system informasi ini dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga DSS ini dapat membantu seorang manajer dalam meningkatkan kinerjanya dalam mengambil suatu keputusan.

Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science.
Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. Dalam kedua bidang ilmu di atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis - yang pada hakekatnya adalah merepresentasikan permasalaha dan manaje-men yang dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk model matematika). Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini adalah linear programming, game's theory, transportation problem, inventory system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem klasik yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapat dengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula atau rumus-rumus sederhana. Tetapi banyak pula masalahan yang ada sangat rumit sehingga membutuhkan kecanggihan komputer. Decision Support System ( DSS ) merupakan progresi alamiah dari system pelaporan informasi dan system pemrosesan transaksi. DSS bersifat interaktif, system informasi yang berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan secara khusus menggunakan database untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajer dan pengguna akhir Informasi dihasilkan dalam bentuk laporan periodik dan khusus dan output dari model matematika dan sistem pakar.
Sprague dan Carlson mendefinisikan DSS dengan cukup baik, sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama (Sprague et.al., 1993):

  1. Sistem yang berbasis komputer;
  2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan;
  3. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang "mustahil" dilakukan dengan kalkulasi manual;
  4.  Melalui cara simulasi yang interaktif;
  5. Dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.Karakteristik 4 dan 5 merupakan fasilitas baru yang ditawarkan oleh DSS belakangan ini sesuai dengean perkembangan terakhir kemajuan perangkat komputer.

Prinsip Dasar DSS

  1. Struktur MasalahSulit utk menemukan masalah yg sepenuhnya terstruktur atau tak terstruktur - area kelabu Simon. Ini berarti DSS diarahkan pada area tempat sebagai besar masalah berada.
  2. Dukungan KeputusanDSS tidak dimaksudkan untuk menggantikan manajer. Komputer dapat diterapkan pada bagian masalah yg terstruktur, tetapi manajer bertanggung ajwab atas bagian yang tidak terstruktur.
  3. Efektivitas Keputusanwaktu manajer berharga dan tidak boleh terbuang, tetapi manfaat utama menggunakan DSS adalah keputusan yg baik

Selasa, 18 Desember 2012

Pengertian System Restore

System Restore
System Restore membantu mengembalikan sistem komputer file-file ke sebuah titik awal waktu. Ini adalah cara untuk membatalkan perubahan sistem ke komputer tanpa mempengaruhi file pribadi , seperti e-mail, dokumen, atau foto. Kadang-kadang, instalasi dari sebuah program atau sopir dapat menyebabkan perubahan yang tak terduga ke komputer atau menyebabkan Windows untuk berperilaku tak terduga. Biasanya, uninstall program atau driver bisa memperbaiki masalah. Jika menguninstall tidak mengatasi masalah, dapat mencoba memulihkan sistem komputer ke tanggal yang lebih awal ketika semuanya bekerja dengan benar.

Pemulihan Sistem menggunakan fitur yang disebut perlindungan sistem untuk secara teratur membuat dan menyimpan restore point pada komputer . Titik pemulihan ini berisi informasi tentang pengaturan registri dan informasi sistem lainnya.

Sumber : http://yoga-doang.blogspot.com

Tugas SPK

Tugas SPK :
  1. DSS (Decision Support Systems) => ( Pengertian, Tahapan, Tujuan dan Jenis )
  2. HDSS
  3. MSS
  4. MDS dan MIS (Manajement Information Sistems)
  5. EIS dan ESS
  6. ES (Expert Systems)
  7. Neural Computing
  8. Evolusi dari alat pengambilan keputusan terkomputerisasi
  9. Perbedaan MIS (Manajement Information Sistems) dan DSS (Decision Support Systems)
  10. Gambar relasi antara EDP, IMS, dan DSS
  11. Hubungan antara DS dan ES (Expert Sistem)
  12. HSS (Hybrid Support Systems)
  13. Dasar-dasar pengambilan Keputusan.

Definisi Program Utility

Definisi Program Utility
Program Utility adalah program-program(dalam hal ini pada Windows) yang memiliki kegunaan yang besar untuk berbagai macam kebutuhan.
Macam-macam Program Utility:
Utility Internal
Utility external

Tapi disini hanya akan dijelaskan tentang utility internal saja.
Utility internal adalah utility yang sudah ada pada windows kita secara default sudah terinstall pada saat kita selesai menginstall Windows.
Contoh: Notepad untuk menulis, Windows Media Player (multimedia), Games(permainan), Calculator untuk menghitung, Paint untuk menggambar. Selain itu, ada yang lebih penting bagi Windows adalah DEFRAG.

Manfaat DEFRAG:
  • Mengatur kembali tata letak file-file yang rusak atau kacau karena penghapusan dan penulisan.
  • Menghapus jejak file yang tidak hilang saat penghapusan.
Defrag ini biasanya dilakukan kurang lebih 1-2 minggu sekali. Utility internal ini banyak terdapat di Control Panel, misalnya: fonts, add remove, printer system dan lain-lain

Selasa, 11 Desember 2012

Syarat Judul Skripsi atau Thesis

             Syarat Judul Skripsi atau Thesis
                                                                        Written by Ari Julianto



    Judul sebuah skripsi/thesis selalu menjadi patokan awal dan perdebatan bagi para mahasiswa, dosen, sekretaris program studi (prodi), ketua prodi dan bahkan dekan yang bersangkutan. Sudah berpuluh judul yang diajukan mahasiwa dan berpuluh judul juga ditolak. Walhasil, mahasiswa itu akan mengalami keputus-asaan, dan bahkan mengarah pada stress dan trauma.
    Menurut saya, judul-judul yang diajukan para mahasiswa itu sebenarnya tidak ada yang berstatus 'ditolak'. Semuanya layak untuk dijadikan judul skripsi. Hanya saja, banyak pertimbangan yang harus dilakukan seperti, penelitian tersebut sudah pernah dilakukan dalam rentang waktu belum setahun, terlalu simple dan variablenya sangat sederhana, akan menyulitkan mahasiswa itu sendiri nantinya, atau tidak ada manfaatnya sama sekali bagi orang lain.
    Dan itulah sebenarnya tugas sekretaris dan ketua prodi untuk mengarahkan judul yang diajukan mahasiswa itu menjadi tepat dan terarah. Secara pribadi, saya kurang setuju dengan sikap aksi membuat tanda silang (X) pada setiap judul yang diajukan para mahasiswa. Tindakan seperti itu sama seperti memberi warna merah pada angka 5 di nilai rapor siswa. Dampak psikologisnya memang tidak terlihat secara langsung namun jika hal tersebut terjadi secara berulang-ulang maka akan memiliki fatal effect.
    Saya tidak memihak dari sisi manapun sebab di satu sisi, mahasiswa itu sendiri juga kurang paham dengan judul yang dia ajukan. Sudah pasti dalam hal ini para dosen lebih berperan besar membantu, mengarahkan dan membimbing para mahasiswa yang ilmu semasa perkuliahan itu sedikit dicerna.
    Namun, yang terpenting adalah judul yang diajukan itu memang harus memiliki syarat seperti yang dikemukakan Arikuntodalam Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Syarat-syarat tersebut antara lain:
1. Harus sesuai dengan minat,
2. Harus dapat dilaksanakan,
3. Harus tersedia faktor pendukung,
4. Harus bermanfaat bagi ilmu pengetahuan adean praktek,
5. Bukan merupakan ulangan

     Lebih lanjut Arikunto menyatakan bahwa judul skripsi atau penelitian itu harus memiliki rumusan yang jelas sehingga ia menggambarkan antara lain:
1. Sifat dan jenis penelitian,
2. Objek yang diteliti,
3. Subjek penelitian,
4. Lokasi/daerah penelitian,
5. Tahun/waktu terjadinya peristiwa

     Prosedur pengajuan judul untuk setiap fakultas atau perguruan tinggi memang tidak sama. Saya belum melihat idealnya prosedur tersebut bagaimana. Apakah harus tiga judul atau satu judul saja.
     Seorang sahabat saya semasa kuliah dulu pernah menyarankan agar judul yang diajukan tersebut hanya satu judul saja.Namun, si mahasiswa wajib mengetahui jenis, metode, rancangan, permasalahan, signifikan, serta prosedur penelitian dan sebagainya.
     Kita semua sama-sama mengerti bahwa English is a foreign language and not our mother tongue besides students are just beginning to be researchers not real ones.  

(Dari berbagai sumber)
Demikianlah pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat. Amin.

Senin, 10 Desember 2012

Penggunaan Tense dalam Skripsi/Thesis

Penggunaan Tense dalam Skripsi/Thesis
 

Written by Ari Julianto   

Penggunaan tense dalam penulisan skripsi, thesis atau karya tulis ilmiah lainnya memang mempengaruhi interpretasi para pembaca teks Anda. Sebagaimana kita ketahui, past tense memberi kesan perspektif masa lalu dimana hal itu bisa membuat para pembaca kembali ke belakang. Sementara present tense sering digunakan untuk peristiwa secara umum.
    Berikut ini saya mencoba menyampaikan deskrpsi ringkas penggunaan tense dalam penulisan skripsi/thesis atau karya tulis ilmiah lainnya. Tense dalam kata kerja yang Anda pilih memiliki peran penting bagi para pembaca dan ia bukan sekedar kerangka waktu (time frame).
    Pada umumnya dalam suatu skripsi/thesis atau karya tulis ilmiah lainnya terdapat empat bentuk tenses yang sering dipakai antara lain:

1. The present tense
      Ini digunakan untuk generalisasi (dalam pandangan, statement poin pokok) yang relevan secara umum. Juga melaporkan posisi seorang teoritis atau peneliti dalam melaporkan hasil penelitiannya.

2. The past tense
      Ini digunakan untuk mengklaim non-generality literatur masa lalu, yakni melaporkan atau mendeskripsikan isi, temuan atau kesimpulan riset terdahulu. 

3. The present perfect
      Ini digunakan untuk mengindikasikan adanya data khusus yang masih berkelanjutan, atau menyajikan suatu pandangan bentuk non-integral referencing (nama si penulis tidak muncul dalam teks kalimat, ia muncul hanya dalam parentheses).

4. The future tense
      Ini sering digunakan di bagian methodology dalam sebuah proposal untuk menyatakan minat untuk melakukan sebuah penelitian.Jika ketika Anda mendeskripsikan apa yang muncul dalam tulisan, gunakanlah present tense bukan future sebab Anda sudah melakukan penelitian tersebut misalnya The sections below describe the process of …, bukan The sections below will describe the process of

Demikianlah pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat. Amin.

Prinsip Pembelajaran

  Prinsip Pembelajaran
           Written by Ari Julianto


I. Defenisi Prinsip Pembelajaran
        Prinsip dikatakan juga landasan dan berupa kerangka teoretis sebuah metode pembelajaran. Kerangka teoretis adalah teori-teori yang mengarahkan harus bagaimana sebuah metode dilihat dari segi
1) bahan yang akan dibelajarkan,
2) prosedur pembelajaran (bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru mengajarkan bahan), 3) gurunya, dan
4) siswanya.
 
II Ragam Prinsip Pembelajaran   
Prinsip pembelajaran dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu
1. Prinsip umum
       Yaitu prinsip pembelajaran yang dapat diberlakukan/berlaku untuk semua mata pelajaran di suatu sekolah/program pendidikan. Prinsip-prinsip umum pembelajaran di antaranya sebagai berikut.

a.  Prinsip motivasi
       Yaitu dalam belajar diperlukan motif-motif yang dapat mendorong siswa untuk belajar. Dengan prinsip ini, guru harus berperan sebagai motivator siswa dalam belajar.

b. Prinsip belajar sambil bekerja/mengalami
       Yaitu dalam mempelajari sesuatu, apalagi yang berhubungan dengan keterampilan haruslah melalui pengalaman langsung, seperti belajar menulis siswa harus menulis, belajar berpidato harus melalui praktik berpidato.

c. Prinsip pemecahan masalah
       Yaitu dalam belajar siswa perlu dihadapkan pada situasi-situasi bermasalah dan guru membimbing siswa untuk memecahkannya.

d. Prinsip perbedaan individual
       Yaitu setiap siswa memiliki perbedaan-perbedaan dalam berbagai hal, seperti intelegensi, watak, latar belakang keluarga, ekonomi, sosial, dan lain-lain. Dengan demikian, guru dalam kegiatan pembelajaran dituntut memperhitungkan perbedaa-perbedaan itu.

2. Prinsip khusus
       Yaitu prinsip-prinsip pembelajaran yang hanya berlaku untuk satu mata pelajaran tertentu, seperti pembelajaran bahasa Indonesia. Setiap mata pelajaran memiliki banyak prinsip khusus. Prinsip-prinsip khusus pembelajaran bahasa Indonesia di antaranya sebagai berikut.

a. Ajarkan bahasa, bukan tentang bahasa
       Yaitu pembelajaran bahasa merupakan aktivitas membina siswa mempergunakan bahasa sebagai alat komunikasi sebagai penutur bahasa. Artinya, siswa dilatih keterampilan berbahasa yang hanya dikuasai melalui praktik berbahasa. Jadi, pembelajaran bahasa merupakan kegiatan untuk menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi yang harus dilakukan melalui praktik menggunakan bahasa. Bukan sebaliknya, pembelajaran bahasa adalah aktivitas mempelajari teori atau pengetahuan tentang bahasa.

b. Bahasa target bukan sekedar objek pembelajaran, tetapi juga wahana komunikasi dalam proses pembelajaran atau di kelas.
       Artinya, kegiatan pembelajaran tidak semata-mata ditujukan untuk mengenal dan menguasai bahasa target. Akan tetapi, proses pembelajaran harus menjadikan bahasa itu sebagai wahana dalam berkomunikasi, yaitu dengan menggunakan bahasa target dalam setiap kesempatan berkomunikasi tentang topik-topik di luar bahasa (pendekatan komunikatif).

c. Sejauh mungkin gunakan bahasa otentik yang digunakan dalam konteks nyata sebagai sumber bahan ajar, seperti bahasa di surat kabar, bahasa nyata dalam kehidupan.

d. Setiap bahasa memiliki sistem bahasanya sendiri. Untuk itu, dalam mempelajari bahasa kedua harus menjaga jangan sampai terjadi interferensi (pengaruh) bahasa pertamanya terhadap bahasa kedua yang dipelajari.

(Dari berbagai sumber)
Demikianlah pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat. Amin.

Minggu, 09 Desember 2012

Teknik Pembelajaran


Teknik Pembelajaran
      Written by Ari Julianto

    Untuk mencapai tujuan pembelajaran, ada suatu alat lain yang digunakan langsung oleh guru yakni teknik.Teknik merupakan langkah-langkah yang diterapkan dalam pembelajaran di kelas yang berisikan trik, strategi, atau urutan kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Teknik harus sesuai dengan metode dan pendekatan.
    Dengan kata lain, teknik merupakan cara mengerjakan atau melaksanakan sesuatu. Jadi, teknik pengajaran atau mengajar adalah daya upaya, usaha-usaha, cara-cara yang digunakan guru untuk melaksanakan pengajaran atau mengajar di kelas pada waktu tatap muka dalam rangka menyajikan dan memantapkan bahan pelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran (TIK/TPK pada kurikulum sebelum 2004, indikator setelah kurikulum 2004) saat itu.
    Oleh sebab itu, teknik bersifat implementasional (pelaksanaan) dan terjadinya pada tahap pelaksanaan pengajaran (penyajian dan pemantapan). Kalau kita perhatikan guru yang sedang mengajar di kelas, maka yang tampak pada kegiatan guru -murid itu adalah teknik mengajar.
    Teknik pembelajaran ditentukan berdasarkan metode yang digunakan, dan metode disusun berdasarkan pendekatan yang dianut. Dengan kata lain, pendekatan menjadi dasar penentuan metode, dari metode  dapat ditentukan teknik. Karena itu, teknik yang digunakan guru dapat bervariasi sekali. Untuk metode yang sama dapat digunakan teknik pembelajaran yang berbeda-beda, bergantung pada berbagai faktor.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi  penentuan teknik pembelajaran di antaranya
a situasi kelas,
b lingkungan,
c kondisi siswa, sifat-sifat siswa, dan kondisi yang lain.
    Seperti halanya prinsip, pendekatan, dan metode, teknik pembelajaran dapat dibagi atas dua bagian, yaitu
1. Teknik Umum 
Yakni cara-cara yang dapat digunakan untuk semua bidang studi. Teknik umum di antaranya sebagai berikut.
a. teknik ceramah
b. teknik tanya jawab
c. teknik diskusi
d. teknik ramu pendapat
e. teknik pemberian tugas
f. teknik latihan
g. teknik inkuiri
h. teknik demonstrasi
i. teknik simulasi.
    Nama-nama teknik umum ini sama seperti nama-nama metode umum, namun wujudnya tentu berbeda. Misalnya ceramah. Sebagai metode, ceramah mencakup pemilihan, penyusunan, dan penyajian bahan. Bahkan, metode ceramah juga mencakup bagaimana menyajikan bahan, dan biasanya teknik ceramah itu hanya salah satu teknik yang dipakai dalam suatu pertemuan atau kegiatan belajar mengajar.

2. Teknik  khusus
    Yakni cara mengajarkan (menyajikan atau memantapkan) bahan-bahan pelajaran bidang studi tertentu. Teknik khusus pengajaran bahasa mempunyai ragam dan jumlah yang sangat banyak. Hal ini karena teknik mengacu kepada penyajian materi dalam lingkup yang kecil.
    Sebagai contoh, teknik pengajaran keterampilan berbahasa terdiri atas teknik pembelajaran membaca, teknik pembelajaran menulis, teknik pembelajaran berbicara, teknik pembelajaran menyimak, teknik pembelajaran tata bahasa, dan teknik pembelajaran kosa kata. Pembelajaran membaca terbagi pula atas teknik pembelajaran membaca permulaan dan teknik pembelajaran membaca lanjut. Masing-masing terdiri pula atas banyak macam.

Perbedaan antara metode dan teknik
Metode
1 Mencakup semua tahap dalam proses belajar mengajar.   
2 Bersifat prosedural (menggam-barkan prosedur  langkag-langkah menyeluruh proses belajar mengajar).
3. Tidak tampak, tidak bisa dideteksi dengan jelas dengan melihat guru yang sedang mengajar di kelas.
4. Ditunjukkan untuk mencapai tujuan umum pengajaran (TIU/ TPU pada kurikulum sebelum 2004, KD pada kurikulum setelah 2004).
5.Jumlahnya hanya satu (satu metode khusus) untuk satu bidang studi dalam satu program.
6. Metode pengajaran (metode khusus) ditetapkan oleh kurikulum, guru tinggal mengi-kutinya.
   
Teknik
1. Hanya tertuju kepada satu tahap proses belajar mengajar, yaitu pada tahap pelaksanaan.
2. Bersifat implementasional (menggambarkan pelaksanaan pengajaran di kelas).
3. Tampak pada saat melihat guru yang sedang mengajar di kelas.
4. Ditujukan untuk mencapai tujuan khusus (TIK/TPK pada kurikulum sebelum 2004, indikator untuk kurikulum setelah 2004) suatu pertemuan.
5. Jumlahnya sangat banyak untuk setiap pengajaran bidang studi dalam suatu program.
6. Guru bebas memilih teknik asal cocok dan dapat mencapai tujuan pengajaran bahan yang sedang diajarkannya.

(Dari berbagai sumber)
Demikianlah pembahasan untuk metode pembelajaran. Semoga bermanfaat. Amin.

Model Pembelajaran



                                Model Pembelajaran
 

                                                                  Written by Ari Julianto


I Defenisi Model Pembelajaran
       Model Pembelajaran sebenarnya memiliki makna yang lebih luas daripada makna pendekatan, strategi, metode, dan teknik. Model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas.
       Setiap model mengarahkan para pendidik dalam merancang pembelajaran untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu, model pembelajaran merupakan model belajar. Dengan model tersebut guru dapat membantu siswa mendapatkan atau memperoleh informasi, ide, keterampilan, cara berpikir, dan mengekspresikan ide diri sendiri. Selain itu, model belajar juga mengajarkan bagaimana mereka belajar.

II Struktur Model pembelajaran
        Struktur Tugas: cara pembelajaran diorganisasikan dan jenis kegiatan yang dilakukan siswa.
Struktur Tujuan: Saling ketergantungan yang dibutuhkan siswa pada saat mengerjakan tugas
Struktur Penghargaaan: individualistik (keberhasilan seseorang ditentukan oleh orang itu sendiri tidak dipengaruhi oleh orang lain), kompetitif (keberhasilan seseorang dicapai karena kegagalan orang lain, ada ketergantungan negatif), kooperatif (keberhasilan seseorang karena keberhasilan orang lain).
       Selain memperhatikan rasional teoretik, tujuan, dan hasil yang ingin dicapai, model pembelajaran memiliki lima unsur dasar yaitu
(1) syntax, langkah-langkah operasional pembelajaran,
(2) social system, adalah suasana dan norma yang berlaku dalam pembelajaran,
(3) principles of reaction, menggambarkan bagaimana seharusnya guru memandang, memperlakukan, dan merespon siswa,
(4) support system,segala sarana, bahan, alat, atau lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran, dan
(5) instructional dan nurturant effects—hasil belajar yang diperoleh langsung berdasarkan tujuan yang disasar (instructional effects) dan hasil belajar di luar yang disasar(nurturant effects).

III Contoh Model Pembelajaran
        Ada banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dalam implementasi pembelajaran di antaranya sebagai berikut

1 Model Reasoning and Problem Solving
    Reasoning merupakan bagian berpikir yang berada di atas level memanggil (retensi), yang meliputi: basic thinking, critical thinking, dan creative thinking. Termasuk basic thinking adalah kemampuan memahami konsep. Kemampuan-kemapuan critical thinking adalah menguji, menghubungkan, dan mengevaluasi aspek-aspek yang fokus pada masalah, mengumpulkan dan mengorganisasi informasi, memvalidasi dan menganalisis informasi, mengingat dan mengasosiasikan informasi yang dipelajari sebelumnya,menentukan jawaban yang rasional,melukiskan kesimpulan yang valid, dan melakukan analisis dan refleksi.
       Problem adalah suatu situasi yang tak jelas jalan pemecahannya yang mengkonfrontasikan individu atau kelompok untuk menemukan jawaban dan problem solving adalah upaya individu atau kelompok untuk menemukan jawaban berdasarkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya dalam rangka memenuhi tuntutan situasi yang tak lumrah tersebut.
2 Model Inquiry Training
    Untuk model ini, terdapat tiga prinsip kunci, yaitu pengetahuan bersifat tentatif, manusia memiliki sifat ingin tahu yang alamiah, dan manusia mengembangkan indivuality secara mandiri. Prinsip pertama menghendaki proses penelitian secara berkelanjutan, prinsip kedua mengindikasikan pentingkan siswa melakukan eksplorasi, dan yang ketiga—kemandirian, akan bermuara pada pengenalan jati diri dan sikap ilmiah. 

3 Model Problem-Based Instruction
    Problem-based instruction adalah model pembelajaran yang berlandaskan paham konstruktivistik yang mengakomodasi keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik.

4 Model Pembelajaran Perubahan Konseptual
    Pengetahuan yang telah dimiliki oleh seseorang sesungguhnya berasal dari pengetahuan yang secara spontan diperoleh dari interaksinya dengan lingkungan.Sementara pengetahuan baru dapat bersumber dari intervensi di sekolah yang keduanya bisa konflik, kongruen, atau masing-masing berdiri sendiri. Dalam kondisi konflik kognitif, siswa dihadapkan pada tiga pilihan, yaitu:
(1) mempertahankan intuisinya semula,
(2) merevisi sebagian intuisinya melalui proses asimilasi, dan
(3) merubah pandangannya yang bersifat intuisi tersebut dan mengakomodasikan pengetahuan baru.

5 Model Group Investigation
         Ide model pembelajaran group investigation bermula dari perpsektif filosofis terhadap konsep belajar. Untuk dapat belajar, seseorang harus memiliki pasangan atau teman. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran (kompetensi pembelajaran), dan pengelolaan kelas.

IV. Fungsi Model Pembelajaran
        Fungsi model pembelajaran adalah sebagai pedoman perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Karena itu, pemilihan model sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan dibelajarkan, tujuan (kompetensi) yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, serta tingkat kemampuan peserta didik.

V. Ciri Model Pembelajaran
        Suatu rancangan pembelajaran atau rencana pembelajaran disebut menggunakan model pembelajaran apabila mempunyai empat ciri khusus, yaitu
(a)  rasional teoretik yang logis yang disusun oleh penciptanya atau pengembangnya,
(b) landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai),
(c) tingkah laku yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan secara berhasil, dan
(d)  lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
         Selain itu model pembelajaran akan memuat antara lain:
(a) deskripsi lingkungan belajar,
(b) pendekatan, metode, teknik, dan strategi,
(c) manfaat pembelajaran,
(d) materi pembelajaran (kurikulum),
(e) media, dan
(f) desain

(Dari berbagai sumber)

Demikianlah pembahasan untuk metode pembelajaran. Semoga bermanfaat. Amin.

Pendekatan Pembelajaran


                     Pendekatan Pembelajaran 
                                                               
  Written by Ari Julianto 

I. Defenisi Pendekatan
     Kata Pendekatan (approach) menurut Dictionary of Language Teaching and Apllied Linguistic adalah sebagai berikut
approach n in language teaching, the theory, philosophy and principles underlying a particular set of teaching practices.
    Dalam dunia pengajaran, kata approach lebih tepat diartikan a way of beginning something ‘cara memulai sesuai’. Karena itu, istilah pendekatan dapat diartikan cara memulai pembelajaran. Lebih lanjut menurut Dictionary of Language Teaching and Apllied Linguistic mengemukakan perbedaan antara pendekatan, metodee dan teknik pembelajaran sebagai berikut:
Different theories about the nature of language and how languages are learned (the approach) imply different ways of teaching language (the method), and different methods make use of different kinds of classroom activity (the technique).
    Dapat disimpulkan bahwa pendekatan beragam teori tentang bahasa itu sendiri dan bagaimana bahasa itu dipelajari. Misalnya aural–oral approach,  cognitive code approach, communicative approach dan sebagainya.
    Sedangkan metode adalah  berbagai cara yang diterapkan terhadap bahasa itu. Misalnya metode yang berbasis pada pendekatan tertentu yakni audiolingual method, direct method dam sebagainya.
    serta teknik adalah ragam jenis aktivitas kelas. Misalnya, teknik yang digunakan dalam metode tertentu yakni drills,dialogues, role-plays, sentence completion dan sebagainya.
    Dalam pengertian yang lebih luas, pendekatan mengacu kepada seperangkat asumsi mengenai cara belajar-mengajar. Pendekatan merupakan titik tolak dalam memandang sesuatu, suatu  filsafat atau keyakinan yang tidak selalu mudah membuktikannya.
   
II. Fungsi Pendekatan
     Fungsi pendekatan bagi suatu pengajaran adalah sebagai pedoman umum dan langsung bagi langkah-Iangkah metode pengajaran yang akan digunakan. Sering dikatakan bahwa pendekatan melahirkan metode. Artinya, metode suatu bidang studi, ditentukan oleh pendekatan yang digunakan.
    Di samping itu, tidak jarang nama metode pembelajaran diambil dari nama pendekatannya. Sebagai contoh dalam pengajaran bahasa. Pendekatan SAS melahirkan metode SAS. Pendekatan langsung melahirkan metode langsung. Pendekatan komunikatif melahirkar metode komuniatif.
    Bila prinsip lahir dari teori-teori bidang-bidang yang relevan,  pendekatan lahir dari asumsi terhadap bidang-bidang yang relevan pula. Misalnya, pendekatan pengajaran bahasa lahir dari asumsi-asumsi yang muncul terhadap bahasa sebagai bahan ajar, asumsi terhadap apa yang dimaksud dengan belajar, dan asumsi terhadap apa yang dimaksud dengan mengajar.
    Berdasarkan asumsi-asumsi itulah kemudian muncul pendekatan pengajaran yang dianggap cocok bagi asumsi-asumsi tersebut. Asumsi terhadap bahasa sebagai alat komunikasi dan bahwa belajar bahasa yang utama adalah melalui komunikasi, lahirlah pendekatan komunikatif.

III. Jenis Pendekatan
      Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
(1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan
(2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
    Sementara itu, jenis pendekatan juga dapat dibedakan menjadi 2, yaitu

1. Pendekatan Umum
    Suatu pendekatan yang berlaku bagi semua bidang studi di suatu sekolah program. Contoh pendekatan umum yang ditetapkan kurikulum antara lain:
- Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Pengajaran ini mengutamakan keaktifan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
- Pendekatan Keterampilan Proses. Pengajaran ini tidak hanya ditujukan untuk penguasaan tujuan, tetapi juga penguasaan keterampilan untuk mencapai tujuan tersebut (keterampilan proses).
- Pendekatan Spiral . Pendekatan ini  mengatur pengembangan materi yang dimulai dengan jumlah kecil yang terus meningkat. Dengan kata lain, dari materi dasar berkembang terus hingga materi lanjut.
- Pendekatan Tujuan . Pengajarannya dimulai dengan penetapan tujuan, terutama tujuan-tujuan operasional. Berdasarkan tujuan-tujuan itulah ditentukan bahan, metode, teknik, dan sebagainya.

2. Pendekatan khusus
     Suatu pendekatan yang berlaku untuk bidang studi tertentu, misalnya pendekatan khusus pembelajaran bahasa Indonesia. Beberapa contoh pendekatan khusus yang pernah digunakan dalam pembelajaran bahasa misalnya:
- pendekatan komunikatif,
- pendekatan struktural,
- pendekatan Iisan (ora!),
- pendekatan langsung,
- pendekatan tak langsung,
- pendekatan alamiah.

(Dari berbagai sumber)
Demikianlah pembahasan untuk metode pembelajaran. Semoga bermanfaat. Amin.

Jumat, 07 Desember 2012

Strategi Pembelajaran

                        Strategi Pembelajaran
 

                        Written by Ari Julianto    


Kata perencanaa strategi dalam pengajaran dan pembelajaran dapat didefinisikan sebagai berikut
strategic planning is viewed as a crucial aspect of institutional development, particularly in the private sector. (Dictionary of Language Teaching and Apllied Linguistic)
       Istilah strategi berasal dari Yunani strategia ’ilmu perang’ atau ’panglima perang’. Selanjutnya strategi diartikan sebagai suatu seni merancang operasi di dalam peperangan, seperti cara-cara mengatur posisi atau siasat berperang angkatan darat atau laut.  Strategi dapat diartikan pula sebagai suatu keterampilan mengatur suatu kejadian atau hal ikhwal (Hidayat 2000:1).
       Secara sempit pemngertian tersebut dapat diartikan sama dengan pengertian metode yaitu sama-sama merupakan cara dalam rangka pencapaian tujuan. Dalam pengertian luas sebagaimana dikemukakan Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
        Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
       Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajarandapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan.
        Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
    Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu:
(1) exposition-discovery learning
(2) group-individual learning
    Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara lain
(1) strategi pembelajaran induktif
(2) strategi pembelajaran deduktif
    Selanjutnya, Dick dan Carey (1985) yang dikutip oleh Suparman (1993:155) mengatakan bahwa suatu strategi pembelajaran menjelaskan komponen-komponen umum dari suatu set bahan  pembelajaran dan prosedur-prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan tersebut untuk menghasilkan hasil belajar tertentu pada siswa. Dick dan Carey menjelaskan lima komponen umum strategi pembelajaran, yaitu:
a) kegiatan prapembelajaran,
b) penyajian informasi,
c) partisipasi siswa,
d) tes, dan
e) tindak lanjut.
    Kelima komponen tersebut bukanlah satu-satunya rumusan strategi pembelajaran. Rumusan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Urutan kegiatan pembelajaran, yaitu urutan kegiatan gurudalam menyampaikan isi pelajaran kepada siswa.
b. Metode pembelajaran, yaitu cara pengajar mengorganisasikan
materi pelajaran dan siswa agar terjadi proses belajar secara efisien dan efektif.
c. Media pembelajaran, yaitu peralatan dan bahan pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. d. Waktu yang digunakan oleh guru dan siswa dalam menyelesaikan setiap langkah dalam kegiatan pembelajaran.
    Dengan demikian, strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan siswa, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan kata lain, strategi pembelajaran adalah cara yang sistematik dalam mengkomunikasikan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
        Urutan kegiatan pembelajaran mengandung beberapa komponen, yaitu

1. pendahuluan
Pendahuluan terdiri atas tiga langkah, yaitu
a) penjelasan singkat tentang isi pembelajaran,
b) penjelasan relevansi isi pelajaran baru dengan pengalaman siswa (appersepsi), dan
c) penjelasan tentang tujuan pembelajaran.

2. penyajian, 
Penyajian terdiri atas tiga langkah, yaitu
a) uraian,
b) contoh, dan
c) latihan.

3. Penutup.
Sedangkan penutup terdiri atas dua langkah, yaitu
a) tes formatif dan umpan balik
b) tindak lanjut.
Urutan kegiatan pembelajaran sebagai berikut.

1. Pendahuluan   
a. Penjelasan singkat tentang isi pembelajaran
b. Penjelasan relevansi isi pelajaran baru dengan pengalaman siswa (appersepsi)
c. Penjelasan tentang tujuan pembelajaran

2 Penyajian
a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan

3 Penutup
a. Tes formatif dan umpan balik
b. Tindak lanjut
       Dalam pemilihan strategi pembelajaran ada dua pertanyaan  yang harus diperhatikan. Pertama, seberapa jauh strategi yang  disusun itu didukung dengan teori-teori psikologi dan teori  pembelajaran yang ada? Kedua, seberapa jauh strategi yang  disusun itu efektif dalam membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan?

(Dari berbagai sumber)
Demikianlah pembahasan untuk metode pembelajaran. Semoga bermanfaat. Amin.

Metode Pembelajaran

                      Metode Pembelajaran
                                                          Written by Ari Julianto


        Secara sederhana definisi metode (method) menurut Longman Dictionary of Language Teaching and Apllied Linguistic adalah sebagai berikut
 method n (in language teaching) a way of teaching a language which is based on systematic principles and procedures, i.e. which is an application of views on how a language is best taught and learned and a particular theory of language and of language learning.        Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa metode dalam pengajaran bahasa adalah suatu cara pengajaran bahasa yang berbasis pada prosedur dan prinsip-prinsip sistematis yakni suatu pandangan aplikasi bagaimana suatu bahasa dapat diajarkan dan dipelajari sebaik mungkin serta menggunakan teori pengajaran dan pembelajaran bahasa khusus.
        Istilah metode itu sendiri berasal dari bahasa Yunani methodos ’jalan’, ’cara’. Karena itu, metode diartikan cara melakukan sesuatu.Dalam dunia pembelajaran, metode diartikan ’cara untuk mencapai tujuan’. Jadi, metode pembelajaran  dapat diartikan sebagai cara-cara menyeluruh (dari awal sampai akhir) dengan urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Jadi, metode merupakan cara melaksanakan pekerjaan, sedangkan pendekatan bersifat filosofis, atau bersifat aksioma
        Dengan demikian, metode bersifat prosedural. Artinya, menggambarkan prosedur bagaimana mencapai tujuan-­tujuan pengajaran. Karena itu, tepat bila dikatakan bahwa setiap metode pembelajaran mencakup kegiatan-kegiatan sebagai bagian atau komponen metode itu. Kegiatan-kegiatan sebagai bagian atau komponen metode itu bila digambarkan dalam bentuk bagan akan tampak sebagai berikut.

Lebih jauh Longman Dictionary of Language Teaching and Apllied Linguistic menjelaskan
Different methods of language teaching such as the DIRECT METHOD, the AUDIOLINGUAL METHOD, TOTAL PHYSICAL RESPONSE result from different views of:
a. the nature of language
b. the nature of second language learning
c. goals and objective in teaching
d. the type of SYLLABUS to use
e. the role of teachers, learners, and instructional materials
f. the activities, techniques and procedures to use
       Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa hasil beragam metode pengajaran bahasa dapat dilihat dari sudut pandang berikut:
a. bahasa asal (L1)
b. bahasa kedua (L2)
c. Tujuan dan sasaran pengajaran
d. jenis silabus yang digunakan
e. Peran pendidik, peserta didik serta materi pengajaran
f. Aktivitas, teknik dan prosedur yang digunakan

       Metode pengajaran itu mencakup tiga tahap kegiatan, yaitu persiapan (preparation), pelaksanaan (presentation), dan penilaian (evaluation).

I. Persiapan (Preparation)Seleksi (pemilihan bahan ajar dengan berpedo-man kepada kurikulum. Gradasi (penyusunan bahan, tujuan, dan sebagainya sehingga menjadi rencana pembelajaran (RPP).

II. Pelaksanaan (Presentation)Presentasi awal (penyajian atau pengenalan bahan kepada siswa)
Presentasi lanjut (pemantapan, latihan).

III. Penilaian (evaluation)Penilaian formatif (proses pembelajaran)
Penilaian sumatif sudah di luar metode
        Setiap tahap diisi pula oleh langkah-Iangkah kegiatan yang lebih spesifik. Dari gambaran di atas terlihat bahwa tahap I (persiapan) tidak kelihatan di sekolah karena biasa dilakukan guru di rumah. Ini membuktikan bahwa metode pengajaran itu luas cakupannya, mencakup kegiatan guru yang ada di rumah sampai ke sekolah dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan.
       Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang mencakup pemilihan, penentuan, dan peyusunan secara sistematis bahan yang akan diajarkan, serta kemungkinan pengadaan remidi dan bagaimana pengembangannya. Karena itu,metode pengajaran dapat dikatan sebagai cara-cara guru mencapai tujuan pengajaran dari awal sampai akhir yang terdiri atas lima kegiatan pokok. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagai berikut:
a. pemilihan bahan,
b. penyusunan bahan,
c. penyajian,
d. pemantapan, dan
e. penilaian formatif.
       Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa secara prosedural sebenarnya semua metode pengajaran itu sama. Yang membedakannya adalah pendekatan (approach) dan prinsip-prinsip (principles) yang dianutnya. Hal itu karena keduanya, terutama pendekatan, sangat menentukan corak sebuah metode pengajaran.
       Metode disusun (dilaksanakan tahap-tahapnya) dengan berpedoman kepada pendekatan dan prinsip-prinsip yang dianut. Pendekatan (dan juga prinsip) inilah yang mempengaruhi setiap langkah kegiatan metode, yaitu mempengaruhi pemilihan bahan, penyusunan, pengajian, pemantapan, dan juga penilaian. Karena itu, tidak heran bila nama-nama metode pengajaran bahasa banyak yang menggunakan nama-nama pendekatannya. Contohnya metode komunikatif berasal dari pendekatan komunikatif dan metode SAS berasal dari pendekatan SAS.
       Sama seperti prinsip dan pendekatan, metode pengajaran juga terbagi atas dua bagian, yaitu metode umum dan metode khusus.
A. Metode Umum (Metode Umum Pembelajaran)       Metode umum adalah metode yang digunakan untuk semua bidang studi/mata pelajaran, milik bersama semua bidang studi. Contoh metode umum ini antara lain:
1.metode ceramah,
2.metode tanya jawab,
3.metode diskusi,
4.metode ramu pendapat,
5.metode demonstrasi,
6.metode penemuan,
7.metode inkuiri,
8.metode pemberian tugas dan resitasi, dan
9.metode latihan.

B.Metode Khusus (Metode Khusus Pembelajaran Bidang Studi Tertentu)
       Metode khusus adalah metode pembelajaran tiap-tiap bidang studi, misalnya metode khusus pengajaran bahasa. Metode khusus ini tentu sangat ditentukan oleh corak bidang studi yang bersangkutan dan tujuan pengajarannya. Bidang studi yang mirip tentu akan memiliki metode khusus yang mirip pula. Metode khusus pembelajaran bahasa dapat dibagi atas dua bagian besar, yaitu:
1.metode pengajaran bahasa pertama (bahasa ibu), dan
2.metode pengajaran bahasa kedua atau bahasa asing.
        Di antara kedua jenis metode pengajaran bahasa ini, metode pengajaran bahasa kedualah yang lebih banyak ragamnya, lebih berkembang berkat pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau bahasa asing di seluruh dunia. Istilah bahasa kedua dalam hal ini mencakup pula bahasa ketiga, keempat, dan seterusnya yang dipelajari oleh seseorang.
       Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua (L2) atau bahasa ibu menggunakan beragam metode pengajaran bahasa seperti antara lain 1.metode tata bahasa terjemahan,
2.metode langsung,
3.metode eklektik,
4.metode audiolingual,
5.metode SAS (Struktural Analitik Sintetik), dan
6.metode komunikatif.

(Dari berbagai sumber)

Demikianlah pembahasan untuk metode pembelajaran. Semoga bermanfaat. Amin.

Kamis, 06 Desember 2012

Verbs Attribution in Thesis

                  Verbs Attribution in Thesis

                        Written by Ari Julianto
    

Below are some verbs and their synonyms for us to draw on when we want to talk about someone else’s ideas or words – a thesaurus of verbs of attribution. This list of verbs is taken from Writing A Thesis In Education by Academic Language and Literacy Development Faculty of Education, Monash University February 2012.

      This booklet suggests us to work out which verbs give a more positive view of the ideas you are reporting others as saying, which verbs are simply very neutral ways of restating what an author says or show that author’s positive or negative attitudes to the ideas, and finally, which verbs express our own slightly negative attitudes towards the author’s ideas.
  • Show: demonstrate, establish
  • Persuade: assure, convince, satisfy
  • Argue: reason, discuss, debate, consider
  • Support: uphold, underpin, advocate
  • Examine: discuss, explore, investigate, scrutinise
  • Propose: advance, propound, proffer, suggest (the view that…)
  • Advise: suggest, recommend, advocate, exhort, encourage, urge,
  • Believe: hold, profess (the view that…)
  • Emphasise: accentuate, stress, underscore
  • State: express, comment, remark, declare, articulate, describe, instruct, inform, report
  • Evaluate: appraise, assess
  • Hypothesise: speculate, postulate
  • Disagree: dispute, refute, contradict, differ, object, dissent
  • Reject: refute, repudiate, remonstrate (against), disclaim,dismiss
  • Claim: allege, assert, affirm, contend, maintain
An argument can be:
  • founded on
  • based on
  • grounded in a theory/view/set of data
  • embedded in
  • underpinned by
Note that the above words are all value‐laden. Your choice of word will reveal to your reader your stance toward the author you are reporting on. It will show whether or not you consider her claims to be substantiated. Arnaudet and Barrett (1984, p. 153‐5) provide a useful resource on verbs of attribution reproduced i below: 

Neutral verbs of restatement
Add - inform (of, about) - remind (of, about) - clarify - present - report (on) - describe - remark -speak / write of

Verbs of restatement with a positive or negative connotation
apprise (someone of) - explain - indicate - argue (about) - express - observe

Verbs of opinion are used to report the content of another writer’s opinion (or conclusion or suggestions)
Positive opinions:
affirm - agree (with) - applaud- concur (with, in) - praise - support

Reporting opinion (usually neutrally)
assert - believe (in) - claim -determine - expound (on) - maintain - point out - think

Verbs of uncertainty are used to report the content of another writer’s expression of doubt or uncertainty
challenge - dispute - question -disagree (with) - doubt - suspect (of) - dismiss - mistrust  -wonder (at).

(Taken from various sources)